DI YOGYAKARTA — Hyundai mengkonfirmasi bahwa IONIQ 3 menjadi model dengan tingkat minat pelanggan tertinggi yang pernah mereka catat. Ashley Andrew, presiden Hyundai Motor UK, menyebut rekor ini sudah terlihat sebelum mobil resmi dijual. "Fakta bahwa kami sudah melihat tingkat minat yang memecahkan rekor sebelum dijual memberi tahu kami segalanya tentang daya tariknya," ujar Andrew dalam pernyataan resmi.
IONIQ 3 tersedia dalam dua varian baterai: 42,2 kWh dan 61 kWh. Varian standar mampu menempuh 344 kilometer (WLTP), sementara varian long-range mencapai 496 kilometer. Keduanya mendukung pengisian cepat DC dari 10% ke 80% dalam waktu sekitar 29-30 menit.
Berbeda dengan IONIQ 5 yang menggunakan arsitektur 800V, IONIQ 3 beralih ke 400V demi menekan biaya produksi. Mobil ini tetap menggunakan platform E-GMP yang sama dengan model IONIQ lainnya.
Hyundai menyebut desain IONIQ 3 sebagai "Aero Hatch" yang merombak siluet compact EV. Hasilnya, koefisien drag hanya 0,263 — terbaik di segmennya. Dimensi mobil ini lebih kecil dari Chevy Bolt EV dan Kia EV3: panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dengan jarak sumbu roda 2.680 mm.
Meski kompak, ruang bagasi mencapai 441 liter. Hyundai mengklaim angka ini akan menjadi tolok ukur baru di segmen hatchback listrik.
IONIQ 3 menjadi model pertama Hyundai di Eropa yang mengusung sistem infotainment Pleos Connect OS. Berbasis Android Automotive OS, sistem ini menghadirkan antarmuka mirip smartphone ala Tesla. Layar tengah tersedia dalam ukuran 12,9 inci atau 14,6 inci, plus layar pengemudi opsional.
Hyundai juga mengembalikan tombol fisik untuk kontrol AC, audio, dan fungsi lainnya — mirip pendekatan Volkswagen. Fitur unggulan lainnya adalah asisten AI bernama Gleo AI yang bisa belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan pengemudi.
Di Inggris, IONIQ 3 ditawarkan dalam empat trim: Advance, Premium, Ultimate, dan N-Line Evo. Sementara di Belanda, konsumen bisa memilih enam trim: Select, Trend, Vision, N-Line, Prime, dan N-Line Evo. Hyundai juga mengonfirmasi akan menghadirkan varian IONIQ 3 N sebagai hot hatch listrik.
Harga di Belanda mulai €27.995 atau sekitar Rp 512 juta. Pengiriman ke showroom dijadwalkan mulai akhir September 2025.
IONIQ 3 dirancang dan diproduksi di Eropa untuk pasar Eropa. Peluang masuk Amerika Serikat sangat kecil karena tarif impor era Trump dan preferensi konsumen AS terhadap truk serta SUV besar. Sebagai perbandingan, Hyundai IONIQ 5 yang dirakit lokal di Georgia, AS, dibanderol mulai $35.000 dan menjadi EV terlaris di luar Tesla tahun ini.
Bagi konsumen Indonesia, IONIQ 3 belum dikonfirmasi masuk pasar domestik. Hyundai Indonesia saat ini masih fokus memasarkan IONIQ 5 dan IONIQ 6 yang diimpor dari Korea Selatan.