Rupiah Kembali Melemah 16 Poin ke Rp18.099 per Dolar AS, Pasar Keuangan Masih Tertekan

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 14:39:32 WIB
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 16 poin ke level Rp18.099 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi.

YOGYAKARTA — Pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih menunjukkan tren pelemahan. Berdasarkan data perdagangan Rabu pagi, kurs rupiah dibuka turun 16 poin menjadi Rp18.099 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp18.083.

Pelemahan sebesar 0,09 persen ini terjadi di tengah sentimen global yang masih membayangi pasar keuangan domestik. Investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS dan ketidakpastian ekonomi global yang membuat dolar AS tetap perkasa terhadap sebagian besar mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Level Rp18.099, Dekati Titik Terlemah dalam Beberapa Pekan

Level Rp18.099 per dolar AS menjadi salah satu posisi terendah rupiah dalam sepekan terakhir. Posisi ini mendekati level psikologis yang sempat disentuh pada pekan sebelumnya, di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri yang mampu menahan laju depresiasi.

Pelaku pasar uang masih menunggu data ekonomi AS dan pernyataan pejabat Federal Reserve selanjutnya untuk mencari petunjuk soal arah suku bunga. Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek jika aliran modal asing belum kembali deras masuk ke pasar obligasi dan saham Indonesia.

Dampak ke Ekonomi Daerah: Harga Barang Impor Berpotensi Naik

Pelemahan rupiah yang berkepanjangan memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama di daerah. Barang-barang berbahan baku impor, seperti elektronik, obat-obatan, dan beberapa jenis bahan pangan, berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.

Pelaku UMKM di Yogyakarta yang bergantung pada bahan baku impor juga mulai merasakan tekanan. Biaya produksi meningkat sementara daya beli konsumen cenderung stagnan, memaksa sebagian pelaku usaha menyesuaikan harga jual atau mengurangi margin keuntungan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Bank Indonesia dipantau ketat oleh pasar terkait langkah intervensi yang akan diambil untuk menstabilkan kurs rupiah. Instrumen seperti Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan operasi pasar terbuka biasanya menjadi andalan untuk menjaga agar pelemahan tidak berlangsung terlalu dalam.

Para ekonom memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.200 per dolar AS dalam waktu dekat, tergantung pada data inflasi AS dan keputusan suku bunga global selanjutnya.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top