YOGYAKARTA — Sekuel dari film yang rilis dua dekade lalu ini kembali menyoroti praktik poligami dari sudut pandang perempuan dan anak. Nia Dinata, yang juga bertindak sebagai penulis naskah, mengatakan bahwa film ini mengeksplorasi lebih dalam tema yang diangkat dalam "Berbagi Suami" (2006).
"Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes dan terbuka. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri dan suami, juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan," ujar Nia dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Film "Berbagi Suami 2.0" berfokus pada tiga perempuan beserta anak-anak mereka yang terhubung oleh persoalan poligami. Cerita tidak dikembangkan untuk menghakimi pelaku, melainkan mengajak penonton memahami konsekuensi yang dihadapi perempuan dan anak dalam praktik tersebut, termasuk ketimpangan relasi dan luka emosional yang kerap tersembunyi.
Melissa Karim, yang berperan sebagai anak yang baru mengetahui ayahnya berpoligami di film pertama, kini bertindak sebagai produser. "Dua puluh tahun yang lalu saya ikut berakting menjadi anak yang baru mengetahui bahwa ayahnya berpoligami. Sekarang, saya membuat film ini bersama tim yang sudah begitu lama kenal, bagaikan sebuah keluarga besar yang memiliki satu visi, untuk terus membuat film yang kritis dan baik bagi masyarakat kita," katanya.
Film ini dibintangi Morgan Oey, Jihane Almira, Atiqah Hasiholan, Rory Asyari, Tara Basro, Aming, Didik Nini Thowok, Ferry Salim, Leony V.H., Melissa Karim, Ayushita, dan Ersa Mayori. Pemeran muda Sharon Sitania serta penyanyi Titi DJ juga turut ambil bagian.
Di belakang layar, produksi melibatkan penata sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, penata busana Tania Soeprapto, serta penata musik Aghi Narottama dan Ramondo Gascaro.