DI YOGYAKARTA — Di balik popularitas Toyota 2JZ-GTE dan Nissan RB26DETT, segudang mesin JDM lain diam-diam punya potensi besar. Sebagian besar jarang dibahas, padahal karakter dan tenaganya mampu bersaing. Berikut tujuh mesin yang layak mendapat sorotan lebih.
Mesin 2.0 liter turbo ini terkenal lewat Lancer Evolution. Blok besi cor dan kepala aluminium membuatnya sangat kuat. Dengan modifikasi ringan, tenaga bisa melonjak drastis. Di Indonesia, mesin ini banyak dijumpai pada Evolution III hingga VI.
SR20DET 2.0 liter turbo dari Nissan menjadi pilihan populer bagi drifter. Responsif dan mudah di-tune. Di pasar lokal, mesin ini sering menjadi jantung pengganti untuk berbagai proyek restomod.
B18C dari Honda Integra Type R punya putaran atas yang luar biasa. VTC memberikan karakter tajam di rpm tinggi. Mesin ini menjadi favorit pecinta NA.
Mesin rotary 1.3 liter twin-turbo dari RX-7 ini suaranya khas dan ringan. Tenaga spesifiknya sangat tinggi. Meski perawatannya khusus, performanya tak diragukan.
1JZ-GTE 2.5 liter turbo sering dianggap sebagai versi lebih kecil dari 2JZ. Padahal, potensinya besar dan biaya lebih terjangkau. Banyak dipakai di Chaser, Cresta, dan Mark II.
EJ20 2.0 liter boxer turbo dari Subaru Impreza WRX/STi punya karakter unik dengan suara khas. Handling mobil jadi lebih baik karena flat engine. Di Indonesia, mesin ini cukup langka namun diminati.
3S-GTE 2.0 liter turbo dari Toyota (digunakan pada Celica GT-Four, MR2, dan Caldina) sering terlewatkan. Padahal, tenaga standar mencapai 260 hp. Bobot ringan membuat akselerasi impresif.
Ketujuh mesin ini membuktikan bahwa dunia JDM tidak melulu soal 2JZ dan RB26. Dengan perawatan yang tepat, mereka bisa menjadi jantung pacu yang tangguh dan menyenangkan untuk dimodifikasi.