MAGELANG — "Nota kesepahaman yang telah dibangun harus diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan. Kolaborasi antara alumni, kampus, mahasiswa, dan masyarakat," ujar Ketua Umum PPIA UPN Veteran Jogjakarta, Rudyanto, saat membuka rangkaian Road to Sriwedari Culture Fest #4.
Rudyanto menjelaskan kerja sama tersebut dibangun di atas empat pilar utama. Alumni berkontribusi melalui pengalaman dan jejaring, perguruan tinggi menghadirkan dukungan keilmuan, mahasiswa membawa kreativitas serta semangat pengabdian, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam menggerakkan pembangunan desa.
Menurutnya, kolaborasi itu diharapkan memberikan manfaat langsung bagi Desa Sriwedari, khususnya dalam pengembangan budaya, pemberdayaan generasi muda, dan penguatan ekonomi masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi lintas unsur.
Road to Sriwedari Culture Fest #4 menghadirkan beragam pertunjukan seni. Masyarakat disuguhi tari tradisional khas Desa Sriwedari, penampilan kesenian Campur Krido Budoyo, serta tari tradisional yang dibawakan mahasiswa UPN Veteran Jogjakarta.
Di sisi lain, pameran produk UMKM lokal turut berlangsung di Aula Balai Desa Sriwedari. Warga setempat dapat melihat dan membeli aneka produk kreatif dari pelaku usaha desa.
Komitmen ini mendapat dukungan langsung dari UPN Veteran Jogjakarta yang diwakili Wakil Rektor Bidang III, Hendro Widjanarko. Sejumlah mahasiswa juga hadir dan terlibat sebagai bagian dari penguatan hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat.
Kolaborasi ini juga melibatkan Anang Imamudin, tokoh muda Desa Sriwedari yang merupakan alumnus UPN Veteran Jogjakarta. Ia menjadi salah satu motor penggerak pengembangan potensi budaya desa agar semakin dikenal sebagai destinasi budaya di Jawa Tengah.
Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Sriwedari, Karang Taruna, PPIA UPN Veteran Jogjakarta, sivitas akademika, mahasiswa, serta masyarakat setempat. Melalui kolaborasi lintas unsur, kedua belah pihak berharap kemitraan ini bisa menjadi model kerja sama berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan mendorong kemajuan Desa Sriwedari.