BANTUL — Sebuah mobil Isuzu milik Brimob bernomor polisi 17416-XX IV terserempet Kereta Api Bandara di perlintasan Tapen, Argosari, Sedayu, Bantul, sekitar pukul 08.15 WIB. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pengemudi, Bripka Yudi Saputro (39), bersama penumpang Bripda Tommy Priambada (31), selamat tanpa luka.
Perlintasan kereta api di Dusun Tapen itu belum dilengkapi palang pintu otomatis dan tidak dijaga petugas. "Di lokasi kejadian, palang pintu kereta api tersebut memang belum otomatis dan belum ada penjaganya, namun sudah berdiri pos perlintasan. Fasilitas tersebut rencananya baru mulai beroperasional pada bulan Agustus 2026," ujar Rita.
Jogoboyo Kalurahan Argosari, Arif Fatimah, menambahkan bahwa palang pintu otomatis masih dalam tahap penyempurnaan. "Perlintasan dipasang palang pintu tapi belum beroperasi, posnya masih baru dan dalam tahap pembangunan dan instalasi. Untuk aktifnya itu tanggal 1 Agustus 2026," katanya saat dihubungi.
Menurut polisi, mobil dinas Brimob melaju dari arah selatan hendak melintasi rel. Saat tiba di perlintasan, pengemudi diduga tidak menyadari Kereta Api Bandara yang dikemudikan masinis Asrul tengah melaju dari arah utara. "Karena jarak yang sudah dekat, kereta api menyerempet bagian kap depan mobil tersebut," jelas Rita.
Akibat benturan, bagian depan mobil Isuzu ringsek. Namun, dua personel Brimob di dalamnya selamat tanpa cedera.
Polisi menyimpulkan dua penyebab utama kecelakaan ini. Pertama, sistem palang pintu otomatis di perlintasan Tapen belum beroperasi sehingga pengamanan tidak optimal. Kedua, kurangnya kewaspadaan pengemudi saat hendak melintasi rel. "Oleh karena itu, diduga kecelakaan terjadi karena sistem palang pintu otomatis di perlintasan belum beroperasi sehingga pengamanan perlintasan belum berfungsi secara optimal," kata Rita.
Perlintasan Tapen sendiri menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Bantul karena berada di jalur kereta api yang cukup padat. Warga sekitar berharap pengoperasian palang pintu otomatis pada Agustus mendatang dapat meminimalkan risiko serupa.