Sri Sultan HB X Tegur Pemkab Bantul agar Program Pro-Rakyat Tak Sekadar Wacana, Ini 5 Poin Nawala Bupati

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 20 Juli 2026 | 22:16:31 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan arahan kepada jajaran Forkopimda Bantul di Pendapa Parasamya, Bantul.

BANTUL — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara khusus menyoroti pentingnya percepatan realisasi program pro-rakyat di Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Jawa, ia meminta Pemkab Bantul mengoptimalkan seluruh program yang memberi manfaat nyata sekaligus mengevaluasi kebijakan yang belum tepat sasaran.

Visi Bupati Jangan Hanya di Atas Kertas

"Visi misi kepala daerah tidak boleh sekadar menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata," kata Sri Sultan di hadapan jajaran Forkopimda Bantul. Ia menambahkan, jika masih ada kebijakan yang belum benar dan tepat, agar segera disempurnakan.

Menurut Sri Sultan, percepatan pelaksanaan program diperlukan agar masyarakat Bantul mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat. Namun, ia mengingatkan agar hal itu tidak meninggalkan nilai-nilai luhur sebagaimana termaktub dalam Serat Wedhatama.

Falsafah Daun Jati Kering dan Cacing Mendaki Gunung

Sri Sultan mengibaratkan kehidupan manusia yang ditopang tiga pilar utama: wirya (kedudukan), arta (harta), dan winasis (ilmu/kecerdasan). Tanpa ketiganya, manusia diibaratkan seperti daun jati kering (aji godhong jati aking) yang mudah terombang-ambing hingga berujung kesengsaraan.

"Kecerdasan atau winasis masyarakat dan para pemangku kepentingan di Bantul harus dibarengi dengan kematangan mental dan kerendahan hati," ujarnya. Ia juga mengutip falsafah giri lusi janma tan kena kinira—mengibaratkan seekor cacing perlahan bergerak hingga mampu mendaki gunung—sebagai pengingat agar manusia tidak bersikap sombong.

Bupati Deklarasikan 5 Pedoman Kerja Nawala Bupati

Menjawab wejangan tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendeklarasikan lima pedoman kerja yang disebut Nawala Bupati. Deklarasi ini menjadi perwujudan tema Hari Jadi ke-195, yakni Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari.

Lima komitmen tersebut meliputi:

  • Peningkatan kualitas SDM yang meneladani jiwa ksatria para leluhur demi kemajuan daerah.
  • Optimalisasi potensi kawasan pesisir selatan sebagai gerbang utama kemakmuran masyarakat.
  • Pemerataan prasarana dan infrastruktur yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
  • Penguatan semangat gotong royong, guyub rukun, dan tepa selira.
  • Kinerja internal Pemkab Bantul yang lebih profesional, responsif, dan empatik dalam pelayanan publik, dengan penerapan inovasi serta penguasaan teknologi informasi.

Momentum Evaluasi Kebijakan yang Belum Tepat

Sri Sultan berharap peringatan Hari Jadi ke-195 ini menjadi momentum bagi Bantul untuk terus mengasah akal budi dan menyingkirkan laku buruk. "Harapannya peringatan ini menjadi momentum bagi Bantul untuk terus mengasah akal budi dan menyingkirkan laku buruk demi tercapainya kesejahteraan masyarakat luas," katanya.

Dengan adanya Nawala Bupati, publik dapat mengawal apakah program-program yang dicanangkan benar-benar dieksekusi atau kembali menjadi dokumen tanpa dampak. Tekanan dari Gubernur DIY ini menjadi sinyal kuat agar birokrasi Bantul bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top