YOGYAKARTA — Dua surveyor yang sempat dinyatakan hilang di kawasan Gunung Bismo akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan. Sebelum hasil itu dipastikan, sebanyak 13 mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta diterjunkan untuk memperkuat pencarian di medan pegunungan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Ke-13 mahasiswa tersebut berasal dari empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di bawah naungan nilai Bela Negara kampus. Mereka adalah anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), Resimen Mahasiswa (Menwa), Korps Sukarela (KSR), dan Pramuka.
Dalam operasi ini, mereka bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai potensi SAR lainnya. Seluruh personel menjalankan tugas sesuai arahan Incident Commander dengan mengedepankan keselamatan dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Komandan SAR UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Lilik Indriharta, S.E., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam misi ini bukan sekadar tugas kemanusiaan. "Selama sepuluh hari operasi, mereka menunjukkan dedikasi, disiplin, ketangguhan, dan kemampuan bekerja sama dengan berbagai unsur SAR," ujarnya.
Sementara itu, Pembina SAR UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Hari Kusuma Satria Negara, M.Acc., menyebut pengalaman di lapangan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, aksi kemanusiaan ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.
UPN "Veteran" Yogyakarta secara konsisten memposisikan diri sebagai Kampus Bela Negara. Penerjunan tim SAR ke Gunung Bismo menjadi salah satu bukti implementasi nilai tersebut dalam aksi nyata, bukan sekadar wacana di ruang kelas.
“Sebagai Kampus Bela Negara, UPN 'Veteran' Yogyakarta terus mendorong mahasiswanya menjadi insan yang tangguh, peduli, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan dan operasi kemanusiaan,” terang Hari.
Melalui pengalaman langsung di medan sulit seperti Gunung Bismo, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi teknis di bidang pencarian dan penyelamatan, tetapi juga memperkuat nilai kepemimpinan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Pada akhir operasi, kedua surveyor yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. SAR UPN "Veteran" Yogyakarta turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh unsur SAR yang terlibat dalam upaya pencarian.
Ke depan, universitas berencana terus memperkuat kapasitas SAR UPN "Veteran" Yogyakarta sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang profesional dan siap mengabdi dalam situasi kebencanaan di Indonesia.