Pelajar se-DIY Deklarasi Tolak Kekerasan dan Narkoba, Bupati hingga Rektor UII Jadi Pembina Upacara

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 20 Juli 2026 | 16:11:01 WIB
Ribuan pelajar se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti deklarasi penolakan kekerasan dan narkoba yang dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul di SMAN 1 Wonosari.

GUNUNGKIDUL — Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin langsung pembacaan deklarasi di SMAN 1 Wonosari. Ia menegaskan bahwa Ingub tersebut memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah untuk mengambil langkah strategis menangani fenomena penggunaan senjata tajam, penyalahgunaan obat terlarang seperti pil sapi, hingga konsumsi minuman oplosan di kalangan pelajar.

"Melalui Ingub ini, Gubernur DIY memberikan instruksi tegas kepada Wali Kota dan para Bupati untuk melakukan langkah-langkah strategis guna menyoroti maraknya penggunaan senjata tajam, penyalahgunaan obat terlarang seperti pil sapi, hingga konsumsi minuman oplosan yang membahayakan nyawa," kata Endah dalam sambutannya.

Orang tua, kata Endah, harus menjadikan rumah sebagai benteng pertama dan utama dalam pengawasan anak. Ia meminta para orang tua tidak segan memastikan keberadaan putra-putrinya di rumah pada jam istirahat demi menjaga keselamatan mereka.

Gerakan Serempak dari Kulon Progo hingga Sleman

Di Kulon Progo, deklarasi dipusatkan di SMKN 1 Pengasih. Agung Setyawan yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyebut gerakan ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang telah dilakukan Pemkab Kulon Progo pada awal tahun dengan melibatkan Ketua OSIS dari seluruh SMP dan SMA.

"Ini merupakan gerakan kewaspadaan dan pencegahan pada potensi terjadinya kenakalan remaja. Semua pihak dan jajaran diharapkan memberikan dukungannya dalam menggencarkan gerakan serta memperluas ke sekolah-sekolah yang belum tersentuh," ujar Agung.

Madrasah dan Kampus Ikut Ambil Bagian

Di jajaran madrasah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, memimpin deklarasi di MAN 1 Yogyakarta. Ia menekankan bahwa ini adalah wujud komitmen madrasah dalam mendukung penanganan kenakalan anak usia sekolah yang berpotensi berujung pada tindak pidana.

"Kalian bukan sekadar murid madrasah. Kalian adalah calon dokter, guru, pemimpin bangsa, dan berbagai profesi mulia lainnya. Sangat disayangkan apabila potensi besar itu hilang hanya karena salah memilih pergaulan," tambah Bahiej.

Dukungan juga datang dari Universitas Islam Indonesia (UII). Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan, Rifqi Muhammad, bertindak sebagai pembina upacara di SMAN 1 Sleman. Ia menekankan makna keberanian sejati bagi pelajar.

"Pelajar harus mampu menunjukkan keberanian sejati dengan tidak melukai orang lain, melainkan saat berani berkata 'tidak' pada ajakan yang salah. Terhadap pelanggaran hukum, penegakan akan tegas. Namun bagi yang tersesat, pintu pembinaan dan pemulihan akan selalu terbuka. Yang kita lawan adalah perilakunya, bukan masa depan anaknya," tutupnya.

Dalam deklarasi tersebut, para pelajar berkomitmen menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, serta tidak terlibat dalam aktivitas pornografi maupun pornoaksi di lingkungan pendidikan DIY.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: kabarjogja.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top