Final Piala Dunia 2026: Spanyol Vs Argentina, Duel Filosofi Tiki-Taka Melawan Pragmatisme Messi

Penulis: Boyke Sihombing  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 23:24:01 WIB
Spanyol dan Argentina beradu strategi di final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York.

NEW YORK — Pertandingan ke-104 Piala Dunia sepanjang sejarah akan mempertemukan juara Eropa, Spanyol, melawan juara bertahan dunia, Argentina. Laga final di Stadion MetLife ini bukan sekadar perebutan gelar, melainkan pertarungan dua aliran sepak bola yang sudah lama menjadi perdebatan.

Spanyol: Dominasi Penguasaan Bola yang Hampir Sempurna

Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Gol itu terjadi saat perempat final melawan Belgia yang berakhir 2-1 untuk Spanyol. Selebihnya, lini pertahanan mereka nyaris tak tersentuh.

Filosofi tiki-taka masih menjadi senjata utama La Roja. Mereka membangun serangan dari bawah dengan umpan-umpan pendek, mengontrol tempo, dan membongkar pertahanan lawan dengan kesabaran. Akurasi umpan menjadi kunci kemenangan mereka, termasuk saat mengalahkan favorit Prancis di semifinal.

Perjalanan Spanyol tidak mulus di awal. Mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde di laga pembuka Grup H. Namun, kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi dan 1-0 atas Uruguay membawa mereka lolos sebagai juara grup.

Argentina: Comeback Dramatis dan Ketergantungan pada Messi

Jalan Argentina menuju final jauh lebih mendebarkan. Lionel Messi kembali menjadi motor tim dengan torehan delapan gol di turnamen ini — menambah koleksi pribadinya menjadi 21 gol sepanjang karier Piala Dunia.

Albiceleste menunjukkan mental baja di babak gugur. Mereka tertinggal 2-0 dari Mesir hingga menit ke-79 di babak 16 besar, lalu membalikkan keadaan menjadi 3-2. Drama serupa terulang di semifinal melawan Inggris: tertinggal lebih dulu, lalu menang berkat gol jarak jauh Enzo Fernandez dan sundulan pemain pengganti Martinez.

Filosofi Argentina adalah pragmatisme. Mereka mengandalkan kreativitas individu, agresivitas, dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Scaloni membangun tim yang fleksibel — bisa bertahan rapat atau menekan tinggi sesuai kebutuhan.

Hanya Satu Pertemuan Resmi di Piala Dunia

Spanyol dan Argentina baru sekali bertemu di ajang resmi Piala Dunia, yaitu pada edisi 1966. Saat itu Argentina menang 2-1 di laga pembuka grup. Dari 13 pertemuan persahabatan, Spanyol unggul enam kemenangan berbanding lima milik Argentina, dengan dua hasil imbang. Pertemuan terakhir pada 2018 di Madrid berakhir dengan skor telak 6-1 untuk Spanyol.

Perkiraan Susunan Pemain

Spanyol diperkirakan menurunkan Simon di bawah mistar, dengan lini belakang Porro, Laporte, Cubarsi, dan Cucurella. Lini tengah diisi Rodri dan Fabian, sementara Lamine Yamal, Olmo, Baena, serta Oyarzabal menjadi motor serangan.

Argentina akan mengandalkan Martinez sebagai kiper, dengan Nahuel, Romero, Lisandro Martinez, dan Tagliafico di lini belakang. Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Giuliano Simeone mendukung duet Messi serta Julian Alvarez di depan.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top