DI YOGYAKARTA — Kepala Terminal IPC TPK Jambi, Wedhar Aji Tani S, menegaskan bahwa pelabuhan merupakan titik rawan penyalahgunaan narkoba karena tingginya lalu lintas orang dan barang. “Kami membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan bebas dari narkoba,” ujarnya di Jambi, Kamis. Manajemen Pelindo Jambi menyambut baik kolaborasi dengan Polda Jambi untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Satgas Operasi Antik Siginjai 2026 memaparkan materi tentang dampak buruk narkotika, modus peredaran gelap terbaru, hingga konsekuensi hukum. Plt Panit Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Jambi, Ipda Suramin, menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba bisa menyasar semua kalangan, termasuk pekerja di sektor industri dan transportasi laut. “Upaya pencegahan memerlukan peran aktif seluruh elemen di lingkungan kerja,” tegasnya.
Ipda Suramin mendorong peningkatan pengetahuan, kepedulian, serta keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga diikuti dengan pengetatan pengawasan di area pelabuhan. Pelindo Jambi dan Polda Jambi sepakat bahwa pendekatan preventif lebih efektif daripada sekadar penindakan.
Sosialisasi itu dihadiri oleh perwakilan dari Pelindo Regional 2 Jambi, IPC TPK Jambi, PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP), PT BIMA, JAI, tim keamanan, serta jajaran anak perusahaan di lingkungan Pelindo Jambi Group. Kehadiran berbagai entitas ini menunjukkan sinergi yang solid dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan pelabuhan. Wedhar berharap, melalui kegiatan ini, seluruh pekerja dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal tanpa gangguan penyalahgunaan narkotika.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pelindo untuk menjadikan pelabuhan sebagai zona steril narkoba. Dengan pengawasan yang diperketat dan edukasi berkelanjutan, diharapkan tidak ada celah bagi peredaran gelap narkoba di salah satu objek vital nasional ini.