BTN Kembalikan Dana SAL Rp38 Triliun ke Pemerintah, Disetor Bertahap

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:50:27 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan paparan kinerja di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

DI YOGYAKARTA — Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, dana Rp38 triliun itu merupakan akumulasi dari beberapa tahap penempatan. "Itu awalnya kami terima Rp25 triliun, ada beberapa tahapan, sempat dikembalikan juga. Terakhir posisinya di Rp38 triliun," ujarnya dalam paparan kinerja di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Tambahan Rp13 Triliun dari Gelombang Terakhir

Nixon menjelaskan, lonjakan saldo terjadi ketika pemerintah menggelontorkan dana SAL sebesar Rp100 triliun ke perbankan pada periode terakhir. Dari jumlah itu, BTN kebagian tambahan alokasi sekitar Rp13 triliun. Kebijakan ini merupakan bagian dari arahan pemerintah untuk memperkuat kapasitas kredit perbankan nasional.

Dana yang diterima BTN tidak dibiarkan mengendap. Bank pelat merah ini menyalurkannya ke sektor-sektor utama bisnis perseroan, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit komersial, dan konstruksi.

Kucuran Kredit Terbesar untuk BUMN dan Bulog

Dari sisi penyaluran, porsi terbesar dana SAL tersebut mengalir ke sesama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Agak banyak di BUMN, seperti Bulog dan sebagainya," ujar Nixon. Penyaluran ke BUMN menunjukkan peran BTN sebagai agen pembangunan yang mendukung likuiditas perusahaan-perusahaan negara.

Kredit yang disalurkan ke sektor strategis ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi, terutama di tengah tekanan likuiditas global. Dengan penarikan dana SAL, BTN harus menyesuaikan strategi pendanaan agar ekspansi kredit tetap berjalan tanpa bergantung penuh pada dana pemerintah.

Langkah pengembalian ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai melakukan konsolidasi fiskal setelah periode ekspansif. BTN sendiri dipastikan akan mengikuti jadwal setor yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top