BANTUL — Perhelatan akbar kerajinan nasional INACRAFT Festival 2026 resmi dibuka di Yogyakarta, menandai kali pertama ajang ini digelar di luar Jakarta. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir langsung dalam pembukaan, didampingi jajaran pemerintah daerah serta pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.
Salah seorang pengunjung, Intan Martha, mengaku sengaja datang bersama tiga rekannya sejak hari pertama karena penasaran dengan penyelenggaraan INACRAFT di Yogyakarta. “Selama ini saya tahunya INACRAFT selalu di Jakarta. Begitu tahu tahun ini di Jogja, saya langsung mengajak teman-teman datang. Kesempatan seperti ini belum tentu ada lagi dalam waktu dekat jadi sayang kalau dilewatkan,” ujar Intan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan perdana di Yogyakarta membuat masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan DIY, lebih mudah menikmati pameran tanpa harus bepergian ke ibu kota. Intan pun berencana kembali menjelang penutupan untuk berburu produk yang belum sempat dilihat. “Masih banyak booth yang belum sempat saya datangi. Pilihannya juga banyak sekali jadi rasanya satu hari belum cukup,” katanya.
Selama lima hari, INACRAFT Festival 2026 menghadirkan sekitar 250 pelaku UMKM yang menampilkan lebih dari 1.000 tenant dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Beragam produk kriya dipamerkan, mulai dari batik, tenun, songket, hingga busana siap pakai dengan berbagai desain.
Pengunjung juga dapat menemukan produk berbahan kulit seperti sepatu, tas, dompet, dan ikat pinggang, serta perhiasan perak, aksesori fesyen, kerajinan logam, anyaman rotan, furnitur kayu, dekorasi rumah, hingga aneka produk kriya ramah lingkungan. Ragam produk ini mencerminkan kekayaan kriya Nusantara yang berpadu dengan inovasi desain kontemporer.
Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan mengatakan, penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis kriya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. “INACRAFT Festival 2026 diselenggarakan sebagai ajang promosi dan penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kriya, kerajinan, dan UMKM,” kata Muchsin saat pembukaan.
Ia menambahkan, kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, komunitas, serta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Tujuannya mendukung aktivitas ekonomi, memperluas jejaring pasar global, serta memperkuat industri hijau dan kelestarian kriya nasional. Festival ini mengusung tema "Hamemayu Hayuning Bawana", yang merefleksikan semangat merawat dan memperindah dunia melalui harmoni antara budaya, manusia, dan alam.