DI YOGYAKARTA — Suasana Gedung LPP Kampus Yogyakarta sejak pagi dipenuhi ribuan pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan. Salah satunya Alamsyah Putra, lulusan Hubungan Internasional, yang datang dengan harapan sederhana namun spesifik: menemukan peluang kerja yang bisa menjadi batu loncatan menuju karier di luar negeri.
"Kalau ada Job Fair seperti ini lebih enak karena kita bisa bertemu langsung dengan perusahaan. Jadi lebih tahu perusahaan mana yang sedang membutuhkan karyawan dan seperti apa kualifikasi yang dicari," ujar Alam kepada panitia di sela acara.
Ia berharap teman-teman pencari kerja lainnya bisa segera mendapatkan pekerjaan dari ajang ini.
Tak hanya lulusan baru, Job Fair ini juga diramaikan oleh tenaga kerja berpengalaman. Sinta Dias dan Yoana, misalnya, sama-sama memiliki latar belakang di bidang business development dan marketing. Namun, keduanya masih mencari posisi yang lebih sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Sinta menilai sistem bursa kerja ini sangat efisien. "Perusahaan yang hadir cukup menarik, ada yang sudah kami kenal, tetapi ada juga perusahaan baru yang sebelumnya belum kami ketahui," katanya.
Sementara itu, Yoana yang baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah tiga tahun bekerja, mengaku acara ini memberinya harapan baru. "Acara seperti ini benar-benar membantu karena bisa melihat banyak pilihan lowongan dalam satu tempat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menyerahkan penghargaan kepada 10 perusahaan yang dianggap telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi Rumah Sakit Happy Land, Rumah Sakit Panti Rapih, Mana Kampus, PT Mindo Solution, PT Budi Makmur Jaya Murni, Pamela Supermarket, Hotel Cordela Kartika Dewi Malioboro, The Alana Hotel Malioboro, PT Gardena Graha, dan Concentrix Services Indonesia Yogyakarta.
Penghargaan ini menjadi sinyal bahwa dunia usaha di Yogyakarta mulai serius mengadopsi prinsip ketenagakerjaan inklusif, sejalan dengan komitmen Pemkot untuk mengurangi angka pengangguran dari berbagai kelompok masyarakat.