DI YOGYAKARTA — Penetrasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan percepatan. Produsen asal Tiongkok, BYD, berhasil menempati peringkat keempat merek mobil paling laris di pasar nasional sepanjang Juni 2026. Data tersebut mengonfirmasi pergeseran preferensi konsumen yang semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi.
Secara global, BYD membukukan penjualan sebanyak 403.472 unit pada periode yang sama. Angka itu naik 5,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 383.453 unit. Kinerja ini memperkuat posisi BYD sebagai salah satu produsen kendaraan energi baru (NEV) terbesar di dunia.
Sales Support Manager Haka Auto, Bayu Marfiadi, mengonfirmasi bahwa kenaikan penjualan BYD di Indonesia turut dirasakan oleh pihaknya. Dua model menjadi primadona utama di jaringan dealer tersebut.
“Peningkatan penjualan lineup BYD pada Juni juga terasa di Haka Auto melalui dua produk primadona, yakni BYD Atto 1, khususnya varian Premium dan Standard, serta BYD M6 DM,” ujar Bayu dalam pernyataan resmi yang dikutip Malang Post.
Ia menambahkan, BYD M6 EV juga berkontribusi sebagai volume maker yang memperkuat performa penjualan di jaringan Haka Auto. Kombinasi antara kendaraan listrik murni (BEV) dan teknologi plug-in hybrid (DM) dinilai memberi konsumen lebih banyak opsi sesuai kebutuhan mobilitas harian.
Pertumbuhan volume penjualan mendorong Haka Auto untuk memperkuat layanan purna jual. Aftersales Manager Haka Auto, Raymond Muldhany, menekankan bahwa peningkatan penjualan harus berjalan seiring dengan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami secara berkelanjutan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, seiring jumlah outlet Haka Auto yang terus berkembang sebagai bagian dari upaya kami memperluas jangkauan layanan,” kata Raymond.
Haka Auto saat ini tengah mengembangkan jaringan dealer berformat 3S (Sales, Service, dan Spare Parts). Langkah ini diambil untuk memastikan pengalaman kepemilikan kendaraan BYD tetap optimal, terutama seiring bertambahnya basis pengguna di Indonesia.
Pasar kendaraan listrik domestik diprediksi akan semakin kompetitif. Masuknya BYD ke jajaran lima besar merek mobil terlaris menjadi sinyal bahwa era elektrifikasi di Indonesia bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi kenyataan pasar.