Sutradara Hanung Bramantyo Rilis Versi Khusus Film Kartini di Pameran TATAH, Sorot Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:38:31 WIB
Sutradara Hanung Bramantyo memperkenalkan versi khusus film Kartini dalam pameran TATAH di Yogyakarta, Senin (6/7/2026).

YOGYAKARTA — Sutradara Hanung Bramantyo menghadirkan versi khusus film Kartini dalam pameran TATAH yang digelar di Yogyakarta. Film ini menyajikan sisi lain perjuangan sang pahlawan nasional yang jarang terekspos di layar lebar maupun platform digital sebelumnya.

“Yang menarik dari Kartini adalah perjuangannya bukan hanya melahirkan kesetaraan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi perempuan dan masyarakat di sekitarnya,” kata Hanung, Senin (6/7/2026).

Film sebagai Pintu Masuk Sejarah

Menurut Hanung, film seharusnya menjadi rangsangan awal bagi masyarakat untuk mendalami sejarah lebih jauh. Ia mendorong integrasi antara film, pameran, perpustakaan, dan ruang budaya agar proses belajar tidak berhenti setelah menonton.

“Film memberi rangsangan kepada penonton untuk kemudian mencari literatur, membaca buku, atau mempelajari sejarah lebih dalam. Karena itu, film, pameran, perpustakaan, dan ruang budaya seharusnya saling terintegrasi,” ujarnya.

Pesan untuk Jepara: Jaga Identitas Tanah Kelahiran Kartini

Hanung juga menyoroti pentingnya pelestarian kawasan bersejarah di Jepara sebagai tanah kelahiran Kartini. Ia menilai identitas daerah harus dipertahankan agar masyarakat dan wisatawan bisa merasakan langsung jejak perjuangan sang pahlawan.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menegaskan bahwa nilai-nilai Kartini masih menjadi pijakan pembangunan daerah hingga kini. Semangat itu diwujudkan lewat peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kreativitas masyarakat, dan pelestarian budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Bagi masyarakat Jepara, Kartini adalah semangat untuk terus hidup, terus belajar, berpikir merdeka, dan membuka kesempatan bagi semua,” kata Ibnu Hajar.

Relevansi Kartini di Era Pemberdayaan Perempuan

Pemutaran film versi khusus ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Kartini tidak hanya soal kesetaraan gender. Dimensi ekonomi yang diusungnya—kemandirian melalui keterampilan dan karya—dinilai masih relevan untuk menjawab tantangan pemberdayaan perempuan di masa kini.

Ibnu Hajar mengajak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Jepara untuk mengenal lebih dekat sejarah dan warisan perjuangan Kartini melalui berbagai situs dan peninggalan yang masih terjaga.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: radiostar.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top