DI YOGYAKARTA — Laga ini menyajikan narasi "David versus Goliath" yang klasik. Argentina datang sebagai juara bertahan dengan rekor superior: dua kemenangan dalam dua pertemuan turnamen besar sebelumnya, yakni 2-0 pada 1966 dan 1-0 delapan tahun lalu di Brasil. Swiss, di sisi lain, belum sekalipun menang atas La Albiceleste dalam tujuh pertemuan.
Perjalanan tim asuhan Lionel Scaloni ke perempat final penuh drama. Di babak 16 besar, mereka tertinggal 0-2 dari Mesir dengan hanya 11 menit tersisa. Namun, gol Cristian Romero, Lionel Messi—yang menebus kegagalan penalti sebelumnya—dan Enzo Fernandez membalikkan keadaan, meski diwarnai kontroversi VAR.
Kemenangan itu memperpanjang rekor fantastis: 12 kemenangan beruntun sejak September tahun lalu. Di Piala Dunia, Argentina belum terkalahkan dalam 11 pertandingan setelah kekalahan dari Arab Saudi di laga pembuka 2022. Mereka selalu mencetak minimal dua gol di setiap laga—catatan terbaik sepanjang sejarah mereka.
Bagi Swiss, ini adalah kesempatan emas. Terakhir kali mereka menembus perempat final adalah pada 1954, saat menjadi tuan rumah dengan hanya 16 peserta. Tim asuhan Murat Yakin datang dengan modal hasil imbang melawan Qatar, lalu kemenangan 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina serta 2-1 atas tuan rumah Kanada.
Ambisi mereka jelas: semifinal pertama sepanjang sejarah. Tapi catatan head-to-head tak berpihak. Swiss belum pernah mengalahkan Argentina dalam tujuh pertemuan sebelumnya. Mereka harus mengandalkan disiplin dan organisasi permainan yang solid untuk mematahkan kutukan itu.
Argentina punya keunggulan dalam hal pengalaman dan mentalitas juara. Mereka sudah terbukti mampu bangkit dari situasi sulit. Swiss, sebaliknya, harus bermain tanpa cela dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Pemenang laga ini akan bertemu Inggris atau Norwegia di semifinal. Pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB, disiarkan langsung di stasiun televisi nasional.