JOGJA — Pelatihan kerajinan ecoprint yang digelar Kelurahan Bumijo pada Juni 2026 menyasar warga setempat agar mampu mengembangkan usaha berbasis bahan alami. Kepala Seksi Pemberdayaan Kelurahan Bumijo, Ani Widayati, mengatakan teknik ini dipilih karena prospeknya yang cukup baik untuk usaha kreatif masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung mengekstrak pewarna alami. Bahan yang digunakan antara lain kayu secang untuk menghasilkan warna merah, kayu tingi atau mahoni untuk warna cokelat, kayu teger untuk warna kuning, serta daun teh hijau yang menghasilkan warna hitam.
Selain pewarna, peserta dikenalkan pada daun bertanin tinggi seperti jarak wulung, jarak kepyar, jarak pagar, jati, mindi, lanang, dan kinah. Daun-daun ini disusun di atas kain berbahan serat alami—katun, sutra, linen, atau wol—kemudian digulung dan dikukus selama sekitar dua jam hingga motif tercetak sempurna.
Ani Widayati menekankan bahwa keterampilan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata. "Ecoprint diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha berbasis ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Produk ecoprint dinilai memiliki peluang dipasarkan sebagai produk fesyen maupun dekorasi rumah. Motif alami yang dihasilkan dari teknik ini memberikan ciri khas yang sulit ditiru produk massal, sehingga berpotensi menarik pasar khusus.
Pemilihan ecoprint sebagai program pemberdayaan bukan tanpa alasan. Teknik ini memanfaatkan bahan-bahan alam yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sehingga modal produksi bisa ditekan. "Selain memanfaatkan bahan-bahan alam yang mudah diperoleh, produk ecoprint juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga," kata Ani.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kelurahan untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif di tengah persaingan ekonomi perkotaan. Warga Bumijo kini memiliki bekal keterampilan yang bisa dikembangkan secara mandiri atau berkelompok.