GUNUNGKIDUL — Capaian PAD sektor pariwisata Gunungkidul menunjukkan tren positif dengan total penerimaan mencapai Rp 38.825.459.660. Angka ini melampaui target tahunan sebesar Rp 36.064.663.400 atau surplus sekitar Rp 2,76 miliar.
Realisasi hingga pertengahan tahun ini menunjukkan sektor pariwisata tetap menjadi salah satu penyumbang utama PAD Gunungkidul. Capaian 107,66 persen dari target mengindikasikan tingkat kunjungan wisatawan yang signifikan ke destinasi-destinasi andalan seperti Pantai Indrayanti, Pantai Baron, dan kawasan karst.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebelumnya menargetkan penerimaan dari tiket masuk objek wisata, retribusi parkir, dan sektor terkait lainnya. Lonjakan kunjungan pada libur panjang dan akhir pekan turut mendorong realisasi ini.
PAD sebesar Rp 38,8 miliar tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari berbagai titik retribusi pariwisata di Gunungkidul. Angka ini sekaligus menjadi indikator pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata pasca-pandemi.
Dengan masih adanya sisa waktu hingga akhir tahun, potensi peningkatan PAD dari sektor ini masih terbuka lebar. Pemerintah daerah optimistis angka final bisa lebih tinggi lagi seiring dengan event-event wisata yang akan digelar.
Surplus PAD ini memberikan ruang fiskal lebih bagi Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk mengelola dan mengembangkan destinasi. Dana tambahan dapat dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum, penambahan petugas kebersihan, serta peningkatan akses jalan menuju objek wisata.
Pengelolaan yang baik diharapkan mampu menjaga kualitas layanan di tengah tingginya animo wisatawan. Hal ini penting untuk mempertahankan tren positif kunjungan di masa mendatang.