Pemkot Yogyakarta Targetkan 1.000 Lubang Biopori Jumbo di Akhir 2026 untuk Kurangi Sampah Organik dari Rumah Tangga

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 13:15:01 WIB
Pemkot Yogyakarta targetkan 1.000 lubang biopori jumbo untuk kurangi sampah organik hingga 2026.

YOGYAKARTA — Jika target 400 titik biopori jumbo pada 2026 tercapai, maka total lubang resapan berukuran besar di Kota Yogyakarta hingga akhir tahun mencapai seribu titik. Angka itu merupakan akumulasi dari pembangunan pada tahun sebelumnya dan tahun berjalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta Rajwan Taufiq mengatakan, pada 2025 pemerintah kota sudah membangun 600 titik biopori jumbo. "Pada tahun ini akan dibangun 400 titik biopori jumbo, dan sampai dengan 30 Juni sudah terbangun di 286 titik, sehingga masih kurang 114 titik lagi," ujarnya di Yogyakarta, Selasa.

Mengapa Biopori Jumbo Jadi Andalan Pengelolaan Sampah?

Rajwan menjelaskan, biopori jumbo merupakan salah satu instrumen pengolahan sampah yang efektif karena dapat mengurangi sampah organik langsung dari sumbernya. Melalui lubang ini, sampah organik yang muncul di lingkungan rumah tangga dapat dikelola di wilayah masing-masing.

"Sejauh ini telah menunjukkan progres baik dan menjadi instrumen pengolahan sampah yang efektif," kata Rajwan.

Dengan sistem terdesentralisasi ini, volume sampah yang harus diangkut keluar kota dapat ditekan secara signifikan. Pembangunan biopori jumbo tidak hanya menjadi simbol keseriusan Pemkot Yogyakarta dalam menangani persoalan sampah, tetapi bagian dari perubahan pola pengelolaan yang lebih mandiri di tingkat kampung.

Hasil Panen Biopori: Pupuk Kompos untuk Pertanian Warga

Dari 286 titik yang sudah terbangun, kegiatan pemanenan biopori jumbo telah dilakukan di 200 titik yang tersebar di 37 kelurahan. Material organik yang terurai di dalam lubang kemudian diolah menjadi pupuk kompos.

Rajwan menyebut, hasil panen ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha pertanian tanaman pangan warga. "Hingga saat ini panen biopori jumbo ada di 200 titik yang tersebar di 37 kelurahan, hasilnya material organik yang terurai kemudian diolah menjadi pupuk kompos," katanya.

Target Akhir Tahun: 1.000 Titik Tersebar di Seluruh Kota

Pemkot Yogyakarta menargetkan seluruh kekurangan 114 titik biopori jumbo dapat direalisasikan pada triwulan berikutnya. Jika terealisasi, total akumulasi biopori jumbo di Yogyakarta hingga akhir 2026 mencapai 1.000 titik.

Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah kota dalam mengurangi timbulan sampah organik yang selama ini menjadi masalah utama di daerah perkotaan. Dengan pendekatan berbasis sumber, setiap rumah tangga diharapkan mampu mengelola sampahnya sendiri tanpa harus menunggu pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top