Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan, sehingga perannya sangat vital untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara. Sayangnya, banyak pengendara yang kurang memperhatikan kondisi dan pemilihan ban.
Memilih ban yang tepat tidak sekadar soal harga, melainkan juga kesesuaian ukuran, tipe, dan kondisi pemakaian. Berikut panduan lengkap memilih ban mobil agar berkendara tetap aman dan nyaman.
Setiap ban memiliki kode ukuran yang tertera di dindingnya, misalnya 205/55 R16. Angka pertama menunjukkan lebar ban dalam milimeter, angka kedua adalah rasio tinggi terhadap lebar (aspect ratio), dan angka setelah huruf R menunjukkan diameter velg dalam inci.
Gunakan ukuran ban sesuai rekomendasi pabrikan yang tertera di buku manual atau stiker pada pintu mobil. Mengganti ukuran secara sembarangan bisa memengaruhi kenyamanan, akurasi speedometer, hingga keselamatan.
Tipe tapak ban memengaruhi cengkeraman dan kenyamanan. Tapak simetris umum digunakan untuk pemakaian harian karena awet dan senyap. Tapak asimetris menawarkan keseimbangan antara cengkeraman di jalan basah dan kering, sementara tapak directional unggul dalam membuang air.
Sesuaikan tipe tapak dengan kebutuhan dan medan yang sering dilalui. Untuk daerah dengan curah hujan tinggi, kemampuan membuang air menjadi pertimbangan penting demi mengurangi risiko tergelincir.
Ban memiliki masa pakai meski jarang digunakan, karena karet bisa mengeras dan getas seiring waktu. Cek kode produksi (empat digit) di dinding ban yang menunjukkan minggu dan tahun pembuatan.
Sebaiknya hindari membeli ban yang stoknya sudah terlalu lama meski masih baru. Ban yang diproduksi mendekati waktu pembelian umumnya memiliki karet yang lebih optimal.
Perhatikan indikator keausan (TWI) berupa tonjolan kecil di celah tapak. Bila permukaan tapak sudah rata dengan indikator ini, artinya ban wajib diganti. Tapak yang tipis sangat berbahaya, terutama di jalan basah.
Selain keausan, ganti ban bila muncul retakan, benjolan, atau kerusakan pada dinding ban. Getaran tidak normal saat berkendara juga bisa menjadi tanda masalah pada ban yang perlu diperiksa.
Jaga tekanan angin sesuai standar karena tekanan yang kurang atau berlebih mempercepat keausan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Lakukan pengecekan tekanan secara berkala, termasuk ban serep.
Lakukan rotasi ban secara rutin dan spooring-balancing bila diperlukan agar keausan merata dan kemudi tetap stabil. Perawatan sederhana ini memperpanjang usia pakai ban secara signifikan.
Baca juga: 10 Rekomendasi Toko Ban Yogyakarta Terpercaya.