Kunjungan Wisatawan ke Kulon Progo Tembus 1,58 Juta Orang di Semester I 2026, PAD Pariwisata Naik 57 Persen

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 16:18:01 WIB
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kulon Progo mencapai 1,58 juta pada semester I 2026.

KULON PROGO — Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga ikut terkerek. Dispar Kulon Progo mencatat pendapatan retribusi objek wisata mencapai Rp5,1 miliar pada periode Januari hingga Juni 2026, tumbuh 57,50 persen dibandingkan semester I 2025.

Capaian itu bahkan telah melampaui target semesteran sebesar 24,92 persen. Kepala Dispar Kulon Progo Sutarman menyebut tren positif ini menunjukkan pariwisata mulai pulih dan bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan.

Puncak Kunjungan Terjadi pada Juni 2026

Angka kunjungan tertinggi tercatat pada Juni 2026, dengan 321.915 wisatawan datang ke berbagai destinasi di Kulon Progo. Sutarman mengatakan mobilitas masyarakat yang tinggi menjadi pendorong utama.

Beberapa faktor pemicu lonjakan tersebut antara lain aktivitas Embarkasi dan Debarkasi Haji di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), libur panjang akhir pekan, serta periode libur sekolah. Kombinasi momen ini membuat okupansi destinasi seperti Pantai Glagah, Kebun Teh Nglinggo, dan kawasan Geosite Nglanggeran meningkat drastis.

Kolaborasi Pentaheliks Jadi Kunci Ekosistem Pariwisata

Sutarman menekankan keberhasilan ini tidak terlepas dari pola kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas, dan media. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh di Kulon Progo.

"Kami berterima kasih kepada seluruh pelaku wisata, pengelola desa wisata, hingga pelaku UMKM yang terus menjaga kualitas layanan. Sinergi ini adalah bukti bahwa pariwisata bukan sekadar kunjungan, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi yang memberi dampak langsung pada masyarakat," kata Sutarman.

Strategi Ke Depan: Kualitas Destinasi dan Digitalisasi Promosi

Dispar Kulon Progo berkomitmen menjaga tren positif ini melalui sejumlah strategi. Penguatan kualitas destinasi, digitalisasi promosi, dan penyelenggaraan ajang tahunan secara kolaboratif bersama dunia usaha menjadi prioritas.

Upaya itu sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang inklusif. "Tugas kami ke depan adalah memastikan sektor ini terus tumbuh secara berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat Kulon Progo dapat meningkat melalui pariwisata yang berkualitas," ujar Sutarman.

Dengan mengedepankan gotong royong antar pemangku kepentingan, sektor wisata diharapkan mampu terus berinovasi. Targetnya bukan hanya menjaring jumlah kunjungan, tetapi juga meningkatkan durasi tinggal dan belanja wisatawan di daerah.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top