BANTUL — Nur Ikhsan Hidayat menyampaikan penilaian tersebut tepat dua tahun setelah Prabowo dan Gibran dilantik pada 20 Oktober 2024. Menurut dia, pelaku usaha yang tergabung di Kadin Bantul merasakan langsung dampak pertumbuhan ekonomi selama periode itu.
“Selama dua tahun Bapak Prabowo dan Bapak Gibran memimpin, kami pelaku usaha yang tergabung di Kadin Bantul menilai bagus. Sebab, ekonomi kita terus tumbuh,” kata Nur Ikhsan.
Data BPS mencatat perekonomian DIY pada triwulan II 2026 tumbuh 5,75% secara tahunan dan 1,12% secara kuartalan. Angka itu menempatkan DIY kembali sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, di atas pertumbuhan nasional 5,29% yoy.
Digitalisasi UMKM Lewat Platform GUBUG
Nur Ikhsan menyebut digitalisasi UMKM sebagai salah satu faktor pendorong perkembangan dunia usaha. Program itu kini menjangkau wilayah pedesaan, sejalan dengan komitmen Kadin bersama pemerintah pusat.
Di Bantul, wujudnya adalah platform lokapasar GUBUG (Guyub Bakul Bantul Gumregah). Platform ini diinisiasi Kadin Bantul bersama Blackbox Indotama, dengan dukungan Pemkab Bantul dan Bank Bantul.
GUBUG menyasar produk UMKM anggota Kadin Bantul, terutama sektor makanan dan kerajinan, agar bisa dipasarkan hingga ke seluruh Indonesia. Platform itu juga menghubungkan pelaku usaha langsung dengan konsumen.
Sinergi dengan Bank Bantul di dalam platform diharapkan memperkuat akses pembiayaan sekaligus daya saing UMKM di tengah tekanan pasar. “Kunjungi situs resmi kami di kadinbantul.id dan media sosial kami,” ujar Nur Ikhsan.
Plafon KUR Rp 500 Juta Dinilai Belum Cukup
Selain digitalisasi, Nur Ikhsan menilai Kredit Usaha Rakyat memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha. Persyaratan KUR kini lebih mudah setelah pengelolaannya berada di bawah Danantara dengan dukungan pendanaan strategis.
Pemilik CV Mekar Sejahtera itu berharap pemerintah menaikkan plafon KUR dari maksimal Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar. Menurut dia, plafon saat ini belum menjangkau seluruh kebutuhan pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis.
“Harapan kami, para pelaku usaha, agar plafon KUR bisa dinaikkan dari maksimal Rp500 juta menjadi Rp1 miliar. Sebab, manfaatnya memang dirasakan betul oleh para pelaku usaha,” katanya.
Suku Bunga KUR 0,5% per Bulan Diminta Turun
Kadin Bantul juga meminta suku bunga KUR diturunkan dari posisi saat ini 0,5% per bulan. Kebijakan pembiayaan yang lebih terjangkau dinilai membantu pelaku usaha memperkuat modal dan kapasitas produksi.
Dengan modal yang lebih longgar, Nur Ikhsan menilai keberlanjutan bisnis UMKM bisa lebih terjaga. Permintaan itu menjadi catatan Kadin Bantul di usia dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah capaian pertumbuhan ekonomi DIY yang tetap tertinggi di Jawa.