Pencarian

Survei Opera: 6 dari 10 Pengguna Android di Indonesia Nonton Video via Browser

Selasa, 13 Oktober 2026 • 15:38:31 WIB
Survei Opera: 6 dari 10 Pengguna Android di Indonesia Nonton Video via Browser
Survei Opera menunjukkan 6 dari 10 pengguna Android di Indonesia menonton video melalui browser.

DI YOGYAKARTA — Opera merilis hasil survei terhadap lebih dari 2.000 responden di Indonesia yang menunjukkan sekitar enam dari sepuluh pengguna Opera untuk Android memakai browser untuk menonton video pendek dan drama. Fitur VPN dan pemblokir iklan disebut menjadi alasan utama pilihan tersebut, dengan 58 persen responden mengaku mengetahui fitur VPN Opera. Temuan ini memperkuat posisi browser sebagai pintu masuk konsumsi konten hiburan di ponsel, bukan sekadar alat pencarian informasi.

Survei internal Opera menyoroti pergeseran perilaku pengguna ponsel di Indonesia. Browser kini dipakai untuk aktivitas menonton, bukan hanya browsing teks. Data ini dikumpulkan dari lebih dari 2.000 responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Alasan terbesar yang disebut responden adalah ketersediaan VPN dan kemampuan menghindari gangguan iklan saat menonton. Sekitar 58 persen responden mengaku mengetahui fitur VPN yang tertanam di Opera untuk Android.

Fitur yang Jadi Andalan Pengguna

VP of Product Opera for Android Stefan Stjernelund menyatakan pemblokir iklan bawaan dan VPN termasuk fitur paling populer di kalangan pengguna Opera di Indonesia. Menurutnya, pengguna lokal sangat memperhatikan kecepatan akses, efisiensi data, dan perlindungan privasi.

Perhatian pada privasi itu muncul terutama saat terhubung ke Wi-Fi publik. Kombinasi VPN dan ad blocker dinilai membantu mengurangi gangguan sekaligus menghemat kuota.

"Kami membangun produk untuk pengguna secara global, tetapi pasar seperti Indonesia terus mengingatkan kami untuk tetap memperhatikan kecepatan, penggunaan data, dan privasi," ujar Stefan dalam keterangan tertulis, Senin (12/10).

Integrasi AI dan Konsumsi Data

Opera mengklaim integrasi pemblokir iklan, VPN, dan fitur kecerdasan buatan dalam satu aplikasi bisa menghemat pemakaian data. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan secara terpisah untuk mendapatkan fungsi-fungsi tersebut.

Fitur AI di browser kini dipakai untuk merangkum informasi dan menerjemahkan konten. Dua fungsi ini relevan bagi pengguna yang sering mengakses artikel atau video berbahasa asing tanpa keluar dari aplikasi.

Meski demikian, bertambahnya fungsi browser memunculkan pertanyaan soal pemrosesan data pengguna. Opera menilai transparansi pengolahan data dan kendali pengguna atas informasi pribadi menjadi aspek yang perlu diperhatikan seiring meluasnya penggunaan AI.

Konteks Pasar Indonesia

Laporan Digital 2025: Indonesia dari We are Social mencatat masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata 4 jam 38 menit sehari untuk menggunakan internet via smartphone. Smartphone menyumbang 71,93 persen trafik web di Indonesia.

Angka tersebut menjelaskan mengapa fitur seperti VPN dan pemblokir iklan menjadi daya tarik utama di pasar lokal. Pengguna menonton video dalam durasi panjang, sehingga efisiensi data dan kenyamanan tanpa iklan menjadi pertimbangan utama.

Opera menyebut perlindungan privasi semestinya menjadi bagian mendasar dari pengalaman menjelajah internet, bukan sekadar fitur tambahan. Posisi ini menjadi pembeda di tengah persaingan browser mobile yang semakin ketat.

Bagi pelaku bisnis digital, temuan survei ini menegaskan bahwa browser masih menjadi kanal distribusi konten yang relevan di Indonesia. Strategi iklan dan monetisasi video perlu mempertimbangkan keberadaan ad blocker yang makin lazim digunakan pengguna.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks