DI YOGYAKARTA — Kekayaan Elon Musk kembali menembus level triliuner setelah saham SpaceX melonjak sekitar 8% pada awal pekan ini. Menurut Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan pendiri Tesla itu kini mencapai USD 1,05 triliun atau setara Rp 18.800 triliun. Lonjakan saham SpaceX didorong komentar positif sejumlah analis terhadap prospek perusahaan antariksa tersebut.
Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Musk berada di angka USD 1,05 triliun. Posisi itu menempatkannya jauh di atas pesaing terdekat seperti pendiri Google Larry Page dan CEO Meta Mark Zuckerberg.
Pencapaian ini bukan yang pertama bagi Musk. Ia sebelumnya sempat menyandang status triliuner pada Juni, tepat ketika SpaceX melakukan penawaran umum perdana alias IPO dan sahamnya melonjak di hari perdagangan pertama.
Pendorong Utama: Komentar Positif Analis
Lonjakan sekitar 8% saham SpaceX awal pekan ini menjadi pemicu utama kembalinya status triliuner Musk. Pasar merespons positif sejumlah catatan analis yang menilai prospek bisnis perusahaan antariksa itu masih kuat.
Pendorong lainnya datang dari valuasi SpaceX yang terus naik sejak melantai di bursa. Perusahaan yang berbasis di Hawthorne, California, itu kini menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor antariksa global.
Bagaimana Posisi Musk Dibanding Miliarder Lain?
Dengan kekayaan USD 1,05 triliun, Musk meninggalkan jauh para pesaingnya. Larry Page dan Mark Zuckerberg, yang selama ini bersaing di jajaran atas daftar orang terkaya dunia, berada di bawahnya dengan selisih yang signifikan.
Posisi Musk sebagai orang terkaya dunia semakin kokoh berkat kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan teknologi sekaligus. Selain SpaceX, ia juga mengendalikan Tesla dan platform media sosial X.
Apa Artinya bagi Investor SpaceX?
Kenaikan saham SpaceX memberikan keuntungan langsung bagi investor yang masuk saat IPO Juni lalu. Harga saham yang terus naik mencerminkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis perusahaan, terutama kontrak peluncuran satelit dan misi antariksa komersial.
Meski begitu, investor tetap perlu mencermati volatilitas saham sektor antariksa. Pergerakan harga SpaceX dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam, seiring sentimen pasar terhadap saham teknologi pertumbuhan tinggi.
Bloomberg Billionaires Index memperbarui data kekayaan para miliarder global secara harian berdasarkan pergerakan harga saham dan aset yang dimiliki. Posisi Musk di puncak daftar bisa berubah cepat mengikuti dinamika pasar.