Pencarian

Warga Sleman Khawatirkan Girder Tol Jogja-Solo, Adhi Karya Sebut 12 Girder Dipasang Sesuai SOP Bina Marga

Rabu, 30 September 2026 • 08:02:01 WIB
Warga Sleman Khawatirkan Girder Tol Jogja-Solo, Adhi Karya Sebut 12 Girder Dipasang Sesuai SOP Bina Marga
Construction Engineer PT Adhi Karya, Gibran Satria Samudra, memaparkan pemasangan 12 girder pada proyek Tol Jogja-Solo di Trihanggo.

SLEMAN — Construction Engineer PT Adhi Karya, Gibran Satria Samudra, memaparkan total terdapat 12 girder yang dinaikkan pada area proyek Tol Jogja-Solo di Trihanggo. Pihaknya menegaskan pemasangan gelagar tersebut telah memenuhi prosedur yang ditetapkan Bina Marga.

Bracing dipakai sebagai pengikat antar girder selama pekerjaan diafragma belum rampung. Gibran menyebut besi yang digunakan dalam proyek ini berukuran lebih besar dari standar umum.

Apa Fungsi Bracing pada Girder Tol Jogja-Solo?

Gibran menjelaskan bracing berfungsi mengikat girder satu dengan lainnya. Proses pengelasan dilakukan memanjang dan menyilang pada jarak tertentu, menyesuaikan panjang girder yang dipasang.

"Bracing itu pengikat antara girder satu dan lainnya. Jadi dilas memanjang dan menyilang, jadi per sekian jarak. Jadi tergantung jarak, tergantung panjang girder-nya itu berapa," papar Gibran.

Pengerjaan bracing sudah dilakukan menggantikan peran diafragma sementara. Secara klasifikasi, besi yang digunakan untuk bracing memiliki kelasnya masing-masing.

Besi D32 Dipakai, Lebih Besar dari Standar Umum D25

Menurut Gibran, dalam proyek Tol Jogja-Solo di Trihanggo, kontraktor menggunakan besi D32 atau besi berdiameter 32 mm. Ukuran ini lebih besar dari standar yang ditetapkan pada umumnya di jenis besi D25 yang berdiameter 25 mm.

"Kita sebenarnya sudah memenuhi SOP yang ada untuk penerapan gelagar girder yang sudah terpasang sebelum ke pekerjaan diafragma," ucapnya.

Pemenuhan SOP itu menjadi dasar kontraktor menilai struktur saat ini dalam kondisi aman meski diafragma belum terpasang seluruhnya.

Diafragma Diminta Warga, Ini Penjelasan Adhi Karya

Gibran turut menjelaskan perihal diafragma yang dibahas di media sosial. Diafragma adalah pengikat antara balok-balok girder dan berfungsi mencegah gaya guling atau gaya lateral pada girder.

"Tidak secara struktural untuk menahan beban, tapi hanya menahan girder agar tidak terguling, intinya seperti itu. Tapi sebelum girder terpasang, ada peran pengganti yaitu bracing itu tadi, yang bracing yang kami sudah gunakan. Sebenarnya dibilang aman, insyaallah sudah aman," ujarnya.

Penjelasan ini menjawab kekhawatiran warga yang menilai girder tol di Trihanggo belum terpasang sempurna. Adhi Karya menegaskan bracing telah difungsikan sebagai penopang sementara sampai pekerjaan diafragma dikerjakan.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks