Disperindag Kabupaten Sleman bersama Paguyuban Pedagang Pasar Godean menyiapkan rangkaian acara memperingati satu tahun menempati kembali bangunan Pasar Godean pada akhir Oktober. Kegiatan ini digelar untuk mendorong warga kembali berbelanja di pasar tradisional sekaligus menumbuhkan aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
SLEMAN — Sekretaris Disperindag Sleman Aris Herbandang menyatakan peringatan ini menjadi bentuk rasa syukur dan upaya kolaborasi menghidupkan kembali pasar tradisional. Rangkaian acara disiapkan untuk menarik minat masyarakat agar kembali bertransaksi di Pasar Godean.
Sejumlah kegiatan dirancang untuk meramaikan peringatan tersebut. Mulai dari senam bersama dengan doorprize, pengajian, aksi donor darah, hingga pembagian makanan dalam program Jumat Berkah.
Jumat Berkah Naik dari 1.000 Jadi 4.000 Porsi
Pada peringatan kali ini, pembagian makanan Jumat Berkah disiapkan sebanyak 4.000 porsi. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding porsi harian yang biasanya hanya 1.000 porsi.
Pementasan kesenian lokal turut memeriahkan acara. Seni Badui yang dimainkan oleh para pedagang menjadi salah satu pertunjukan yang disiapkan.
Serah Terima Aset Pasar Godean Masih Berjalan
Aris juga menyinggung status pengelolaan bangunan Pasar Godean. Proses serah terima aset dari pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten Sleman masih berjalan hingga saat ini.
Meski demikian, Pemkab Sleman telah bersurat ke Kementerian Keuangan agar diperkenankan memungut retribusi. Pungutan itu diperlukan untuk menutup biaya operasional pasar yang sudah berjalan.
"Komunikasi terakhir menunjukkan sinyal positif. Jika serah terima aset selesai, para pedagang nantinya dapat segera melakukan modifikasi atau penyesuaian pada los dan kios mereka sesuai kebutuhan," kata Aris.
Pedagang Kembangkan Layanan Pesan-Antar Sembako
Pengurus Paguyuban Pasar Godean Sri Kundari menjelaskan pedagang terus beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang kini cenderung digital dan dinamis. Selain menggelar kegiatan rutin bulanan dan mingguan, paguyuban mengembangkan layanan pesan-antar.
Layanan tersebut melayani komoditas sembako dan sayuran, bermitra dengan rumah makan di sekitar pasar. Langkah itu ditempuh agar pedagang tetap mendapat pembeli di tengah pergeseran kebiasaan belanja warga.
Makam Mbah Jendrak Jadi Daya Tarik Wisata Religi
Sri Kundari juga menyoroti potensi wisata religi di kawasan pasar. Keberadaan makam Mbah Jendrak dinilai menjadi daya tarik khas yang tidak dimiliki 32 pasar tradisional lainnya di Sleman.
"Kami berharap adanya dukungan lintas sektor, tidak hanya dari Disperindag tetapi juga dinas pariwisata dan instansi lainnya, agar Pasar Godean semakin ramai dan pasar tradisional tetap jaya," kata Sri Kundari.
Dukungan lintas sektor itu diharapkan tidak berhenti pada acara peringatan. Paguyuban ingin Pasar Godean tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial warga setelah rangkaian acara akhir Oktober selesai.