JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mulai membuka pintu bagi talenta internasional untuk berkarya di Indonesia. Wakil Menteri Irene Umar menyebut langkah ini strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional di tingkat global.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya, talenta kreatif, dan lanskap yang mampu melahirkan karya berkelas dunia. Kami ingin semakin banyak kreator internasional berkolaborasi dengan talenta lokal,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Musisi Korea Syuting di Bromo dan Kota Tua Surabaya
Salah satu realisasi dari dorongan ini adalah kunjungan Ilhoon, penyanyi, penulis lagu, dan produser musik asal Korea Selatan. Irene mendukung musisi tersebut untuk membuat video musik di Gunung Bromo dan Kota Tua Surabaya.
Ilhoon mengaku panorama Gunung Bromo yang luas, sunyi, dan dramatis menjadi pemandangan yang akan selalu ia kenang. “Antusiasme penggemar di Indonesia setelah perilisan video musik tersebut jauh melampaui ekspektasi saya dan menjadi motivasi untuk lebih sering berkunjung serta berkarya di Indonesia,” ungkap Ilhoon.
Efek Kolaborasi: Eksposur Pasar Global dan Penguatan Ekosistem Lokal
Kemenekraf meyakini semakin banyaknya kreator internasional yang memilih Indonesia sebagai lokasi produksi akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Pemerintah menargetkan sektor ini menjadi the new engine of growth bagi perekonomian Indonesia.
Melalui kolaborasi global, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan eksposur karya kreatif di pasar internasional. Ke depan, Kemenekraf akan terus memfasilitasi jejaring talenta kreatif internasional untuk berkolaborasi dengan kreator lokal.