YOGYAKARTA — CGV Arthouse sebelumnya hanya tersedia di CGV fX Sudirman, Jakarta. Kini ruang serupa hadir di dua kota lain, salah satunya Yogyakarta, sebagai wadah film festival, independen, klasik, hingga karya pelajar dan mahasiswa yang sulit menjangkau layar bioskop komersial.
Head of Movie Programming CGV Cinemas, Lulu Fahrullah, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar menayangkan film internasional.
"Tujuan utamanya adalah kita ingin membuka ruang untuk para filmmaker muda. Tidak cuma tayangan film-film luar, tetapi juga film-film yang benar-benar dibuat oleh para filmmaker muda," ujar Lulu saat menyampaikan program CGV Arthouse, di CGV Jwalk, Jumat (23/10/2026).
Sineas yang ingin mengajukan karya tidak wajib punya film panjang berbiaya besar. Film pendek berpeluang ditayangkan lewat konsep omnibus, yakni menggabungkan beberapa judul pendek dalam satu rangkaian pemutaran.
CGV Arthouse menargetkan durasi pemutaran minimal 60 menit. Karena itu, filmmaker bisa menggabungkan tiga hingga empat film pendek bertema serupa untuk diajukan ke tim kurator.
"Kalau ada film-film pendek dan memang saya tahu juga banyak film-film pendek di Indonesia atau di Yogyakarta, punya tiga, empat film pendek yang dirasa secara tematik sama, tolong submit. Nanti kami akan kurasi," kata Lulu.
Film panjang yang belum pernah tayang di bioskop atau baru diputar di festival juga dapat diajukan. CGV Arthouse membuka ruang diskusi soal kemungkinan penayangan sekaligus pengembangan program pemutaran berdasarkan tema tertentu.
Skema penayangan tidak dibatasi satu kota. Film karya sineas Yogyakarta berpeluang diputar di Bandung, begitu pula sebaliknya, dengan penyesuaian pada hasil kurasi dan respons penonton.
"Memang itu tujuan kami. Kami ingin memberikan kesempatan buat filmmaker di kota itu," ujar Lulu.
Festival Manager JAFF 2026, Intan Nadya Maulida, menyambut kehadiran CGV Arthouse sebagai peluang memperluas keberagaman film yang bisa diakses masyarakat. Menurutnya, perfilman Indonesia punya banyak cerita dan perspektif daerah yang layak mendapat ruang.
"Berharap banget sih CGV Arthouse ini bisa terus sustain dan bisa terus merayakan keberagaman sinema Indonesia yang sangat penting, menarik, dan beragam banget dari daerah-daerah," kata Intan.
Sejumlah film disiapkan untuk mengisi program CGV Arthouse pada akhir Oktober hingga November 2026. Pilihannya mencakup horor omnibus karya sineas Indonesia, film klasik Indonesia, hingga film internasional dengan beragam pendekatan penceritaan.
Tiket program CGV Arthouse dijual mulai Rp28.000. Pembelian bisa dilakukan melalui aplikasi CGV, situs resmi CGV, atau langsung di bioskop.
Bagi sineas Jogja yang ingin mengajukan karya, proses kurasi menjadi pintu masuk utama sebelum film dijadwalkan tayang. Penayangan lintas kota akan ditentukan dari hasil kurasi tim CGV Arthouse bersama respons penonton di masing-masing kota.