YOGYAKARTA — Prestasi itu dibawa Andy Setiawan lewat mobil Honda Odyssey RB1 keluaran 2004, kendaraan yang usianya sudah lebih dari dua dekade. Penilaian berlangsung dalam sistem klasemen yang memilih wakil terbaik tiap negara sebelum babak final Asia. Sembilan negara mengirim pesertanya di ajang yang digelar Car Audio Network (CAN).
Jalan Andy menuju gelar Asia tidak singkat. Ia lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia audio mobil. Lewat Audioworkshop Jogja, kemampuan instalasi, reproduksi suara, dan penyetelan sistem audio diasah hingga bisa bersaing di tingkat internasional.
Pengalaman itu yang membuatnya percaya diri menghadapi juri Asia CAN. "Gelar juara Asia ini menjadi bukti bahwa kemampuan teknis pelaku otomotif Yogyakarta tidak kalah dengan negara lain," kata Andy dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Gelar Asia Champion 2026 bukan torehan pertama. Andy sudah mengoleksi National Champion CAN 2025/2026, Juara EMMA Heat Semarang, serta MSF National Champion kategori DSP Amp dan Outlaw. Kategori Outlaw disebut sebagai kelas tertinggi dalam asosiasi MSF.
Ia juga menjuarai BlackAuto Battle setelah mengungguli 14 mobil peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Deretan hasil itu memperlihatkan konsistensi Andy di berbagai format kompetisi audio mobil.
Bagi Andy, kompetisi lebih dari sekadar perburuan trofi. Setiap pertandingan ia jadikan bahan evaluasi kualitas kendaraan dan penyempurnaan sistem audio sebelum kembali bertanding. Cara pandang itu yang menjaga standar kerja Audioworkshop Jogja.
Ke depan, Andy berharap terus membawa nama Yogyakarta di ajang nasional hingga kompetisi audio mobil tingkat Asia. Gelar 2026 menjadi modal sekaligus pembuktian bahwa perakit audio dari daerah mampu bersaing di panggung internasional.