Kantor DPD RI DIY menggelar aksi sosial donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memperingati HUT ke-22 lembaga itu di Yogyakarta. Kegiatan bertema "Lebih Dekat, Lebih Peduli — Senator Bersama Masyarakat untuk Kemanusiaan" itu menggandeng PMI Kota Yogyakarta dan diikuti 159 pendaftar yang terdiri dari 87 laki-laki dan 72 perempuan. Pendaftaran terpaksa ditutup lebih awal karena antusiasme warga melebihi kuota yang disiapkan.
YOGYAKARTA — Kepala Kantor DPD RI DIY Tri Widati menyatakan pendaftaran donor darah ditutup sejak 5 Oktober 2026, jauh sebelum hari pelaksanaan. Kebijakan itu diambil setelah jumlah peserta yang mendaftar melampaui kuota yang disiapkan panitia.
Selain donor darah, rangkaian HUT ke-22 DPD RI DIY menyediakan pemeriksaan pap smear dan diabetes melitus oleh Kimia Farma Laboratorium. Ada pula pemeriksaan kesehatan dengan metode Quantum Resonance Magnetic Analyzer dari Apotek Kimia Farma Titibumi, bazar UMKM, serta pameran mitra korporasi dan komunitas.
Anggota DPD RI DIY Ahmad Syauqi Soeratno menegaskan momentum ulang tahun dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan merawat nilai kepedulian di tengah masyarakat. Menurut dia, donor darah menjadi salah satu wujud paling sederhana dari nilai itu.
"Satu tetes darah itu bisa menyelamatkan tidak hanya satu orang, tetapi menyelamatkan seluruh bangsa. Ini bagian dari kebersamaan DPD dengan masyarakat dan yang kedua, ada nilai-nilai yang harus terus dilestarikan, ditumbuhkan, bahkan dikembangkan yaitu nilai-nilai kemanusiaan serta nilai-nilai kepedulian," kata Syauqi.
Anggota DPD RI DIY Yashinta Sekarwangi Mega menambahkan kedekatan dengan masyarakat harus dibuktikan lewat kepedulian nyata. Donor darah, ujarnya, termasuk bentuk kepedulian yang paling mudah dilakukan siapa saja.
"Darah yang kita sumbangkan mungkin tidak terlihat besar nilainya bagi diri kita, tetapi dapat menjadi bagian penting dan upaya menyelamatkan nyawa seseorang yang membutuhkan," katanya.
Yashinta menyebut donor darah sebagai contoh nyata dalam memelihara tradisi gotong royong dan tulung-tinulung yang masih hidup di masyarakat. Tradisi itu, menurut dia, sejalan dengan semangat kegiatan tersebut.
Ia juga menegaskan peran DPD RI tidak berhenti pada penyampaian aspirasi di ruang sidang. Lembaga itu, katanya, juga mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memperjuangkannya melalui fungsi serta kewenangan konstitusional yang dimiliki.
Kebutuhan masyarakat DIY yang dimaksud mencakup pendidikan, kesempatan kerja, pembangunan daerah, hingga pelayanan kesehatan yang layak. Ketiga anggota DPD RI DIY yang hadir berharap di usia ke-22 lembaga itu semakin dekat dengan masyarakat dan semakin peka terhadap persoalan daerah.
Sekretaris PMI Kota Yogyakarta Kardi menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung ketersediaan darah. Kegiatan donor itu menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-22 DPD RI DIY.
Selain Ahmad Syauqi Soeratno dan Yashinta Sekarwangi, hadir dalam acara tersebut anggota DPD RI DIY Hilmy Muhammad. Ia mengajak masyarakat mendoakan kelancaran tugas lembaga dalam memperjuangkan aspirasi daerah.
Momentum ulang tahun juga dipakai DPD RI untuk memperkenalkan lembaga kepada generasi muda. Sejumlah program telah dijalankan, termasuk kunjungan ke sekolah-sekolah dan merangkul karang taruna di wilayah DIY.