Mazda CX-6e: Speaker Eksternal EV yang Bisa Jadi Alat Marah-Marahan

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 10:37:01 WIB
Mazda CX-6e hadir dengan fitur speaker eksternal yang dapat memutar pesan suara ke luar kendaraan.

DI YOGYAKARTA — Mazda CX-6e hadir dengan fitur speaker eksternal yang awalnya dirancang untuk keselamatan pejalan kaki, tapi sistem ini ternyata bisa memutar apa saja yang diketik pengemudi, termasuk kata-kata kasar. Mobil listrik rakitan China ini sudah dijual di Australia, dan jurnalis di sana menemukan nyaris tidak ada batasan pada fitur tersebut. Ini bisa jadi masalah etika berkendara yang serius.

Mazda CX-6e adalah crossover listrik yang menggabungkan desain khas Mazda dengan powertrain rakitan China. Mobil ini dilengkapi sistem peringatan suara eksternal yang bisa diaktifkan pengemudi, terdiri dari beberapa alert yang sudah diprogram dan dapat diputar ke luar kendaraan hanya dengan menekan tombol.

Fitur ini muncul dari kekhawatiran lama soal mobil listrik yang nyaris tanpa suara. Di parkiran ramai, pejalan kaki bisa saja tidak menyadari ada kendaraan bergerak di dekatnya. Solusi awal seperti suara mundur sudah jadi standar di banyak pabrikan. Di China, insinyur merasa perlu tambahan lain.

Fungsi Awal: Peringatan Keselamatan yang Masuk Akal

Bayangkan mobil bisa mengucapkan "Please look up from your phone" ke pejalan kaki yang menyeberang saat lampu merah. Atau "You go ahead" ke pengemudi yang menunggu belok di depan. Kedengarannya membantu, terutama saat dua pengemudi saling mempersilakan dan malah bikin antrean panjang.

Konsepnya sederhana: komunikasi antar pengguna jalan jadi lebih jelas dibandingkan hanya mengandalkan gestur tangan atau lampu sein. Untuk situasi tertentu, speaker eksternal ini punya logika keselamatan yang masuk akal.

Masalahnya: Nyaris Tidak Ada Batasan

CX-6e juga dijual di Australia. Begitu sampai sana, beberapa jurnalis otomotif setempat menguji sejauh mana sistem ini dibatasi. Hasilnya: hampir tidak ada pengamanan sama sekali.

Mau memanggil seseorang dengan sebutan idiot dari kursi pengemudi? Bisa. Butuh tombol yang mengucapkan "Get out of the way, you blithering slug!" dengan nada monoton tegas? Tersedia. Ingin merekam suara sendiri sambil membentak pengguna jalan lain? Sistem ini mendukungnya. Dan ya, kata-kata kotor favorit Anda akan dibacakan juga, tidak peduli seberapa kasar mulut Anda.

Sistem ini pada dasarnya berfungsi seperti public address system mobile. Pengemudi bisa mengetik apa pun lewat keyboard, lalu sistem akan membacakannya ke luar. Atau langsung menyiarkan apa yang pengemudi ucapkan di dalam kabin.

Kenapa Ini Jadi Masalah Serius

Penggunaan yang tidak dimaksudkan memang lucu, dan mungkin sudah bisa diduga dari negara yang melahirkan komedian seperti Jim Jefferies. Tapi ada sisi gelapnya.

Banyak orang bahkan tidak bisa dipercaya memakai klakson biasa dengan wajar. Bayangkan memberi mereka akses ke sistem pengeras suara publik. Potensi konflik antar pengguna jalan meningkat drastis. Provokasi verbal yang biasanya hanya terdengar di dalam kabin kini bisa didengar semua orang di sekitar.

Di jalan raya yang sudah penuh tekanan, fitur seperti ini bisa memicu road rage yang lebih sering dan lebih keras. Bukan hanya soal kata kasar, tapi eskalasi emosi yang tidak perlu.

  • Kelebihan: Bisa memberi peringatan jelas ke pejalan kaki atau pengemudi lain dalam situasi tertentu
  • Kelebihan: Komunikasi antar pengguna jalan lebih terarah dibanding gestur tangan
  • Kekurangan: Nyaris tidak ada batasan konten yang bisa diputar
  • Kekurangan: Bisa merekam dan menyiarkan suara pengemudi secara langsung
  • Kekurangan: Potensi penyalahgunaan untuk provokasi di jalan sangat tinggi

Kemungkinan Perbaikan dari Mazda

Mazda kemungkinan akan segera merilis patch over-the-air jika keluhan soal fitur ini terlalu banyak. Patch tersebut bisa membatasi pesan apa saja yang boleh diputar lewat sistem.

Harapannya, Mazda tetap menyisakan easter egg yang memutar "Tonight only, the fabulous Blues Brothers." Setidaknya ada satu hal lucu yang tidak merugikan siapa pun.

Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi resmi apakah CX-6e akan dijual di sini. Tapi jika iya, regulator perlu mempertimbangkan apakah fitur seperti ini layak diizinkan di jalan raya Indonesia yang sudah cukup padat dan penuh emosi.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top