Jetour T2 i-DM Meluncur di Semarang Rp705 Juta, Klaim Jarak 1.200 Km

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:40:01 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan di GIIAS Semarang 2026 dengan harga Rp705 juta on the road.

DI YOGYAKARTA — Jetour T2 i-DM resmi dipasarkan di Semarang dengan harga Rp705 juta on the road, membawa klaim jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 kilometer. SUV plug-in hybrid bergaya petualang ini menawarkan mode listrik murni 90 kilometer, menyasar konsumen yang belum siap sepenuhnya pindah ke EV tapi ingin efisiensi harian. Pertanyaannya, apakah angka itu realistis untuk perjalanan Semarang-Bali?

PT Jetour Sales Indonesia memperkenalkan Jetour T2 i-DM di ajang GIIAS Semarang 2026. Model ini mengusung sistem Intelligent Dual Mode yang menggabungkan penggerak listrik dan mesin bensin dalam satu paket plug-in hybrid. Harga yang dipatok Rp705 juta on the road untuk wilayah Semarang menempatkannya di segmen SUV PHEV premium yang mulai ramai di Indonesia.

Spesifikasi Inti: 90 Km Listrik Murni, 1.200 Km Gabungan

Angka yang paling disorot dari T2 i-DM adalah kombinasi jarak tempuh listrik murni 90 kilometer dan jarak gabungan lebih dari 1.200 kilometer. Dalam praktiknya, angka 90 km biasanya cukup untuk mobilitas harian dalam kota, sementara mode hybrid mengambil alih saat baterai menipis.

Jetour memposisikan teknologi ini sebagai jawaban atas kekhawatiran klasik pengguna EV, yakni minimnya titik pengisian daya di luar kota. Sistem ini memungkinkan pengemudi mengisi baterai di rumah untuk pemakaian harian, lalu mengandalkan mesin bensin saat perjalanan jauh tanpa perlu mencari SPKLU.

Kenapa Semarang Jadi Pasar Pertama di Jawa Tengah

Jetour menilai Semarang punya posisi strategis sebagai simpul perjalanan. Dari kota ini, pengguna bisa menuju Dieng, Magelang, Solo, dan Yogyakarta ke arah selatan, atau melanjutkan ke Surabaya, Malang, Banyuwangi, hingga Bali ke arah timur.

Rute-rute tersebut memang menantang untuk mobil listrik murni karena jarak antar-kota yang jauh dan infrastruktur charging yang belum merata. Di sinilah PHEV seperti T2 i-DM menawarkan kompromi: listrik untuk harian, bensin untuk jarak jauh.

Klaim Pabrikan vs Realita di Jalan

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah menyatakan bahwa Intelligent Dual Mode dirancang untuk dua kebutuhan sekaligus.

"Melalui Intelligent Dual Mode, JETOUR T2 i-DM dirancang untuk menghadirkan keduanya, efisiensi tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari sekaligus fleksibilitas dan kemampuan untuk perjalanan jarak jauh," kata Ranggy dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).

Perlu dicatat, angka 1.200 kilometer adalah klaim pabrikan berbasis kondisi pengujian ideal. Konsumsi bahan bakar PHEV sangat bergantung pada gaya mengemudi, kondisi jalan, beban kendaraan, dan seberapa sering baterai diisi ulang. Tanpa data uji independen, angka ini sebaiknya diposisikan sebagai potensi maksimal, bukan ekspektasi harian.

Posisi Harga dan Kompetitor di Kelas PHEV

Dengan banderol Rp705 juta, T2 i-DM bersaing di segmen SUV PHEV yang mulai diisi pemain China dan Jepang. Harga ini tergolong premium, tapi Jetour tampaknya mengandalkan kombinasi desain petualang, jarak tempuh panjang, dan positioning sebagai jembatan antara mobil bensin konvensional dan EV penuh.

  • Harga OTR Semarang: Rp705 juta
  • Jarak listrik murni: 90 km
  • Jarak gabungan klaim: 1.200+ km
  • Sistem: Intelligent Dual Mode (PHEV)
  • Karakter: SUV petualang

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan

Beberapa hal yang belum terjawab dari peluncuran ini: berapa kapasitas baterai aktual dalam kWh, berapa konsumsi BBM saat mode hybrid murni, dan apakah ada garansi khusus untuk komponen baterai. Pembeli di segmen ini biasanya ingin kepastian soal biaya perawatan jangka panjang, terutama penggantian baterai setelah beberapa tahun pemakaian.

Ketersediaan jaringan servis Jetour di luar kota besar juga jadi pertimbangan, terutama bagi yang berencana memakai mobil ini untuk perjalanan lintas Jawa seperti yang digambarkan dalam positioning Semarang-Bali.

Verdict Sementara

T2 i-DM cocok untuk konsumen yang ingin merasakan efisiensi listrik untuk harian tapi belum siap bergantung penuh pada infrastruktur charging. Harga Rp705 juta menempatkannya sebagai pilihan premium, jadi calon pembeli sebaiknya membandingkan langsung dengan PHEV lain di kelas yang sama sebelum memutuskan. Uji jalan dan data konsumsi BBM real-world akan jadi penentu apakah klaim 1.200 kilometer benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top