Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, 340 Pemilik Hewan Daftar Daring

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:06:32 WIB
Pemkab Sleman menggelar vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan warga.

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar vaksinasi rabies gratis untuk mempertahankan status Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah bebas rabies, dengan 340 pemilik hewan terdaftar mengikuti kegiatan secara daring. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Rabies Internasional ini mencakup sekitar 40 ekor anjing, sedangkan sisanya kucing. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menekankan vaksinasi bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

SLEMAN — Vaksinasi gratis yang diselenggarakan Pemkab Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan di bawah DP3 Kabupaten Sleman menyasar hewan rentan rabies, terutama anjing dan kucing milik warga. Pendaftaran dilakukan secara daring dengan kuota 340 pemilik hewan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut kegiatan ini punya dimensi lebih luas dari sekadar menyuntik hewan peliharaan. Menurutnya, ada pesan soal kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, dan kepedulian lingkungan yang ingin disampaikan lewat acara tersebut.

"Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan. Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita," kata Danang.

Komposisi Hewan: 40 Ekor Anjing, Sisanya Kucing

Dari 340 pemilik hewan yang terdaftar, sekitar 40 ekor di antaranya adalah anjing. Sisanya didominasi kucing. Pendaftaran daring dipilih untuk memudahkan pendataan sekaligus mengatur jumlah peserta yang datang ke lokasi vaksinasi.

Danang mengingatkan bahwa memelihara anjing atau kucing bukan cuma hobi. Ada tanggung jawab moral dan sosial agar keberadaan hewan peliharaan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Status Bebas Rabies Bukan Berarti Bebas Kewaspadaan

Meski DIY berstatus bebas rabies, Danang meminta warga tidak lengah. Mobilitas hewan dari luar daerah dinilainya tetap membuka potensi risiko penularan.

"Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies," tegasnya.

Pemkab Sleman berkomitmen membangun kekebalan kelompok atau herd immunity pada populasi hewan rentan. Upaya lain yang dijalankan mencakup penguatan surveilans dan pemberian vaksin secara berkala.

Edukasi Penanganan Gigitan hingga Pendekatan One Health

Warga juga diimbau memahami tata cara penanganan pertama jika terjadi kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies. Rabies menular melalui air liur hewan terinfeksi dan berdampak langsung pada kesehatan manusia.

Penanganannya membutuhkan sinergi lintas sektor lewat pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Sinergi ini melibatkan pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga pemilik hewan.

Selain vaksinasi berkala, pemilik hewan diminta rutin memeriksakan kesehatan peliharaannya, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta mengendalikan populasi reproduksi secara bertanggung jawab.

Rangkaian Acara: Fashion Show hingga Lomba Mewarnai

Kepala DP3 Kabupaten Sleman Liem Astuti menambahkan status DIY sebagai wilayah bebas rabies harus terus dipertahankan melalui upaya pencegahan berkelanjutan.

"Oleh karena itu, DP3 Kabupaten Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis ini. Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi," kata Liem.

Rangkaian acara diramaikan dengan peragaan busana dan kontes kucing, sosialisasi kesehatan hewan bagi anak-anak KB/TK se-Kabupaten Sleman, serta lomba mewarnai. Kombinasi ini dipilih agar pesan kesehatan hewan sampai ke kelompok usia dini sekaligus menarik minat pemilik hewan untuk hadir.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top