Gubernur DIY Sultan HB X Minta Setiap Toko di Malioboro Sediakan APAR Usai Kebakaran Toko Batik Hamzah

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:02:31 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta setiap toko di Malioboro menyediakan APAR usai kebakaran Toko Batik Hamzah.

YOGYAKARTA — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai keberadaan APAR di toko-toko bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar. Insiden kebakaran di toko batik Hamzah, kawasan Malioboro, disebutnya sebagai pengingat bahwa mitigasi bencana di ruang usaha sering terabaikan.

"Di toko-toko itu harus ada pemadam kebakaran yang pakai tabung itu. Kalau enggak ya resikonya ya begitu," kata Sri Sultan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD DIY di Yogyakarta, Rabu.

Kebakaran Toko Batik Hamzah Jadi Pemicu Peringatan

Sultan mengaku belum mengetahui secara pasti apakah toko batik Hamzah sudah dilengkapi APAR sebelum kebakaran terjadi. Meski demikian, ia menegaskan kejadian itu harus menjadi perhatian seluruh pemilik usaha di kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.

"Jadi kalau memang belum ada APAR ya mungkin kota (Yogyakarta) bisa mempertimbangkan untuk setiap toko dan sebagainya itu mempunyai APAR itu," ujarnya.

Dorongan itu diarahkan Sultan kepada Pemkot Yogyakarta agar menelusuri kesiapan sarana pemadam di tiap toko. Menurutnya, peristiwa kebakaran di Malioboro cukup menjadi alasan bagi pemerintah kota untuk memperketat pengawasan.

APAR Dinilai Krusial untuk Penanganan Awal Sebelum Damkar Datang

Sultan menekankan APAR berfungsi sebagai penanganan pertama saat api baru muncul. Selang waktu antara munculnya api dan kedatangan petugas pemadam kebakaran sering menentukan seberapa luas kerusakan yang terjadi.

"Sehingga paling sedikit awal itu sudah ada disemprot sebelum ada pemadam kebakaran datang. Tapi, kalau ada APAR, setiap tahun harus diisi lagi tidak cuma didiamkan saja," katanya.

Ia mengingatkan APAR yang tersedia tetapi tidak dirawat justru berisiko gagal fungsi. Pengisian ulang berkala menjadi bagian dari perawatan yang tidak boleh dilewatkan pemilik toko.

Warga Diminta Cegah Kebakaran dari Hal Kecil

Selain mendorong penyediaan APAR, Sultan meminta masyarakat lebih waspada terhadap sumber api di sekitar tempat usaha dan rumah. Api yang dibiarkan menyala atau aktivitas yang berpotensi memicu percikan dinilai perlu dihindari.

Sultan berharap langkah pencegahan sederhana bisa menekan kejadian kebakaran yang merugikan pemilik usaha maupun warga sekitar. Ia juga menyebut belum mengetahui penyebab pasti kebakaran toko batik Hamzah.

"Kalau saya enggak tahu persis ya (kebakaran toko batik), kenapa terbakar gitu, berarti mungkin acaranya belum selesai atau apa, saya enggak tahu persis," katanya.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top