YOGYAKARTA — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai keberadaan APAR di toko-toko bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar. Insiden kebakaran di toko batik Hamzah, kawasan Malioboro, disebutnya sebagai pengingat bahwa mitigasi bencana di ruang usaha sering terabaikan.
"Di toko-toko itu harus ada pemadam kebakaran yang pakai tabung itu. Kalau enggak ya resikonya ya begitu," kata Sri Sultan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD DIY di Yogyakarta, Rabu.
Sultan mengaku belum mengetahui secara pasti apakah toko batik Hamzah sudah dilengkapi APAR sebelum kebakaran terjadi. Meski demikian, ia menegaskan kejadian itu harus menjadi perhatian seluruh pemilik usaha di kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.
"Jadi kalau memang belum ada APAR ya mungkin kota (Yogyakarta) bisa mempertimbangkan untuk setiap toko dan sebagainya itu mempunyai APAR itu," ujarnya.
Dorongan itu diarahkan Sultan kepada Pemkot Yogyakarta agar menelusuri kesiapan sarana pemadam di tiap toko. Menurutnya, peristiwa kebakaran di Malioboro cukup menjadi alasan bagi pemerintah kota untuk memperketat pengawasan.
Sultan menekankan APAR berfungsi sebagai penanganan pertama saat api baru muncul. Selang waktu antara munculnya api dan kedatangan petugas pemadam kebakaran sering menentukan seberapa luas kerusakan yang terjadi.
"Sehingga paling sedikit awal itu sudah ada disemprot sebelum ada pemadam kebakaran datang. Tapi, kalau ada APAR, setiap tahun harus diisi lagi tidak cuma didiamkan saja," katanya.
Ia mengingatkan APAR yang tersedia tetapi tidak dirawat justru berisiko gagal fungsi. Pengisian ulang berkala menjadi bagian dari perawatan yang tidak boleh dilewatkan pemilik toko.
Selain mendorong penyediaan APAR, Sultan meminta masyarakat lebih waspada terhadap sumber api di sekitar tempat usaha dan rumah. Api yang dibiarkan menyala atau aktivitas yang berpotensi memicu percikan dinilai perlu dihindari.
Sultan berharap langkah pencegahan sederhana bisa menekan kejadian kebakaran yang merugikan pemilik usaha maupun warga sekitar. Ia juga menyebut belum mengetahui penyebab pasti kebakaran toko batik Hamzah.
"Kalau saya enggak tahu persis ya (kebakaran toko batik), kenapa terbakar gitu, berarti mungkin acaranya belum selesai atau apa, saya enggak tahu persis," katanya.