PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta menggelar pelatihan penanganan huru-hara bagi petugas keamanan di lingkungan perkeretaapian, Selasa (29/9). Pelatihan berlangsung di Halaman Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api Daop 6 Yogyakarta melalui sinergi dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda DIY. Materi mencakup regulasi, strategi pengamanan, hingga simulasi taktis penanganan situasi darurat di area publik.
YOGYAKARTA — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta menggelar pelatihan penanganan huru-hara bagi petugas keamanan di lingkungan perkeretaapian. Kegiatan berlangsung di Halaman Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 6 Yogyakarta, Selasa (29/9).
Pelatihan digelar melalui sinergi antara Daop 6 Yogyakarta dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY. Peserta merupakan para petugas keamanan di lingkungan Daop 6 Yogyakarta.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyatakan kegiatan ini untuk memperkuat kesiapan personel keamanan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan situasi tanggap darurat.
"Kegiatan ini untuk memperkuat kesiapan personel keamanan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan situasi tanggap darurat melalui pelatihan penanganan huru-hara," kata Feni di Yogyakarta, Rabu.
Peserta mendapatkan pembekalan langsung dari tim Ditpamobvit Polda DIY. Materi mencakup regulasi, strategi dan taktik pengamanan, hingga prosedur penanganan situasi darurat di area publik.
"Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari tim Ditpamobvit Polda DIY mengenai berbagai aspek pengamanan, mulai dari regulasi, strategi dan taktik pengamanan, hingga prosedur penanganan situasi darurat di area publik," ujar Feni.
Selain teori, peserta mengikuti simulasi taktis penanganan situasi huru-hara. Simulasi melatih pola koordinasi, respons terukur, serta pengambilan langkah pengamanan cepat dan tepat saat menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Feni menyebut peningkatan kompetensi personel keamanan menjadi aspek penting dalam menjaga kelancaran operasional. Hal ini juga untuk memberikan rasa aman kepada pelanggan maupun masyarakat di lingkungan perkeretaapian.
"Peningkatan kompetensi personel keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran operasional dan memberikan rasa aman kepada pelanggan maupun masyarakat di lingkungan perkeretaapian," katanya.
Petugas keamanan berperan sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan operasional yang aman dan tertib. Kemampuan merespons situasi secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur perlu terus diasah melalui pelatihan maupun simulasi.
Daop 6 Yogyakarta mengapresiasi sinergi bersama Ditpamobvit Polda DIY yang memberikan pembekalan dan simulasi secara langsung kepada para personel.
"Kami juga mengapresiasi sinergi bersama Ditpamobvit Polda DIY yang memberikan pembekalan dan simulasi secara langsung kepada para personel," ujar Feni.
Melalui kegiatan ini, seluruh petugas diharapkan semakin profesional, sigap, dan mampu menerapkan prosedur pengamanan dengan baik di lapangan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh petugas semakin profesional, sigap, dan mampu menerapkan prosedur pengamanan dengan baik di lapangan," ujarnya.
Sinergi dengan aparat keamanan terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara tepat. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api maupun aktivitas masyarakat di lingkungan stasiun diharapkan tetap terjaga.
Pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan kesiapan personel dalam mendukung keamanan serta kelancaran operasional perkeretaapian di wilayah Daop 6 Yogyakarta.