Next Generation 2021: Moukoko Meledak Cepat, Hinshelwood Bertahan Lebih Lama

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 30 September 2026 | 18:06:01 WIB
Youssoufa Moukoko kini bermain di Liga Turki bersama Corum sebagai pemain pinjaman dari Copenhagen.

DI YOGYAKARTA — Youssoufa Moukoko dan Jack Hinshelwood sama-sama masuk daftar 80 talenta muda Next Generation 2021, tetapi lima tahun kemudian keduanya menempuh jalur yang bertolak belakang. Moukoko kini bermain di Liga Turki, sementara Hinshelwood sudah mengoleksi 67 penampilan Premier League bersama Brighton.

Proyek Next Generation yang dijalankan setiap tahun memilih 80 pemain muda dari seluruh dunia, terdiri dari 20 pemain Premier League dan 60 pemain dari liga lain, untuk dipantau perkembangan kariernya selama lima tahun. Daftar 2021 memuat nama-nama yang saat itu berusia 16 hingga 17 tahun, termasuk satu gelandang tengah asal Brighton yang berasal dari keluarga pesepak bola.

Moukoko Sudah Dikenal Dunia Sejak Usia 16

Borussia Dortmund mencatatkan Youssoufa Moukoko sebagai pemain termuda yang tampil di Bundesliga pada usia 16 tahun satu hari. Tujuh belas hari kemudian ia menjadi pemain termuda di Liga Champions, disusul gol pertamanya di Bundesliga 11 hari setelahnya.

Rekor demi rekor itu membuat Moukoko diprediksi punya karier panjang di level tertinggi. Gaya bermainnya disebut bebas tanpa beban, mengingatkan pada Michael Owen muda.

Namun cedera dan persaingan ketat di lini depan Dortmund mengubah arah kariernya. Kedatangan Erling Haaland pada 2020 mempersempit ruang bermainnya, dan saat Moukoko mendapat kesempatan bagus di awal musim 2022-23, ia mengalami robekan ligamen pergelangan kaki.

Moukoko kini bermain di Liga Turki bersama Corum sebagai pemain pinjaman dari Copenhagen, klub yang ia bela sejak 2025. Ia belum menjadi starter, tetapi penampilan dari bangku cadangan sempat memberi kilasan kualitasnya, termasuk assist tajam saat debut kandang melawan Eyüpspor. Nilai pasarnya kini sekitar €5 juta menurut transfermarkt.com.

Hinshelwood Naik Perlahan tapi Konsisten

Jack Hinshelwood tidak langsung siap bermain di level tertinggi pada usia 17 tahun. Brighton memberinya waktu, dan kesabaran itu berbuah. Gelandang tengah itu kini sudah tampil 67 kali di Premier League dan masuk daftar 55 pemain yang dipertimbangkan Thomas Tuchel untuk Piala Dunia 2026.

Cedera pergelangan kaki sempat mengganggu awalnya musim ini, tetapi nilainya di pasar transfer sudah mencapai €28 juta. Brighton dikabarkan tidak berniat melepasnya.

Ayahnya, Adam Hinshelwood, yang kini melatih Worthing FC, mengungkap bahwa perjalanan putranya tidak pernah lurus. "It is definitely not just a straight line," katanya kepada Sky. "There were lots of bumps and ups and downs along the way."

Adam mengenang satu momen ketika Hinshelwood masih di kelompok U-15 dan ditantang bermain melawan kelompok usia lebih tua. "It was a big catalyst for Jack. He rolled up his sleeves and became a proper footballer," ujarnya.

Dari 60 Talenta Dunia, 24 Sudah Bela Negara

Dari 60 pemain non-Premier League dalam daftar 2021, sebanyak 24 sudah memperkuat tim nasional senior masing-masing. Moukoko baru mengoleksi dua caps, tertinggal dari nama-nama seperti Julio Enciso dan Gavi.

Beberapa pemain memilih berpindah asosiasi. Livano Comenencia, yang memulai karier internasional bersama kelompok usia Belanda, kini punya lebih dari 20 caps untuk Curaçao dan tampil di Piala Dunia musim panas lalu.

Fakta lain yang mencolok: dari 20 pemain Premier League dalam daftar 2021, hanya Hinshelwood dan Kaide Gordon dari Liverpool yang masih bertahan di klub yang sama. Delapan belas lainnya kini bermain di berbagai penjuru dunia, termasuk Amerika Serikat, Qatar, dan Hong Kong.

Total 145 Laga, Hinshelwood Menyumbang Hampir Separuh

Dua puluh pemain Premier League angkatan 2021 secara kolektif mencatat 145 penampilan di liga utama. Hinshelwood menyumbang hampir setengahnya, menegaskan betapa jarang pemain muda bertahan dan berkembang di satu klub.

Adrian Blake, yang pada 2021 masih di Watford, menemukan kesuksesan di Belanda setelah bergabung dengan Utrecht pada 2023. Prosesnya tidak mulus.

"It hasn't been easy and a lots of ups and downs," kata Blake kepada Football-oranje.com pada 2025. "But now I am getting my rewards and showing why I made the right decision by moving here."

Blake pindah ke Belanda pada usia 17 tahun, sebuah pertaruhan besar yang menurutnya membuahkan hasil. Kisah Moukoko dan Hinshelwood menunjukkan satu hal: menembus tim utama lebih cepat bukan jaminan karier yang lebih panjang.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top