DI YOGYAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menanam 200 pohon jeruk keprok, kopi, dan sengon di kawasan Bukit Klangon, Desa Glagaharjo, Sleman, Yogyakarta, sebagai bagian dari perluasan program keberlanjutan GoZero%. Kegiatan yang berlangsung Jumat (25/9) itu juga mencakup pembangunan fasilitas bank sampah dan pengembangan GoZero% EcoCamp Klangon sebagai destinasi wisata ramah lingkungan.
Program GoZero% Goes to Klangon menjadi kelanjutan dari GoZero% Goes to Yogyakarta yang dijalankan pada 2025. Jika tahun lalu fokusnya pada penghijauan, Telkom kini memperluas pendekatan dengan mengintegrasikan konservasi, pengelolaan sampah, pengembangan kawasan eco-camp, dan pelibatan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan World Cleanup Day. Telkom menyiapkan pemeliharaan dan pengawasan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh optimal, dengan pemilihan jenis pohon yang mempertimbangkan kondisi musim dan tingkat keberhasilan tumbuh di kawasan tersebut.
Selain penanaman pohon, Telkom menyediakan tempat sampah terpilah untuk organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Fasilitas bank sampah dibangun dengan disertai edukasi dan pendampingan kepada warga.
Telkom juga memperkenalkan GoZero% Waste to Soil melalui pembuatan komposter sederhana bersama masyarakat. Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman di kawasan Klangon.
Pendekatan itu diarahkan untuk mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya sekaligus memperkenalkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur di tingkat masyarakat.
Telkom mengembangkan GoZero% EcoCamp Klangon sebagai kawasan camping ground yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Salah satu pendekatannya lewat penerapan GoZero% Rules untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan.
Sejumlah fasilitas pendukung dihadirkan, seperti welcome gate, photospot, dan signage edukasi mengenai kawasan camping ground serta pengelolaan sampah. Fasilitas tersebut sekaligus memperkuat identitas Klangon sebagai destinasi wisata yang mengedepankan prinsip eco-friendly.
VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan pengembangan kawasan tersebut berpotensi mendorong ekonomi sirkular di Desa Wisata Klangon.
"Program ini juga memiliki potensi untuk mendorong ekonomi sirkular di Desa Wisata Klangon. Kami berharap peningkatan kunjungan wisata dapat ikut mendorong pendapatan masyarakat, yang kemudian dapat dikelola kembali untuk mendukung pengembangan fasilitas di kawasan ini. Dengan begitu, manfaat yang dihasilkan dapat terus berputar dan memberikan nilai bagi masyarakat," jelas Gunawan.
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menegaskan program keberlanjutan tidak boleh berhenti pada satu aktivitas. Menurutnya, program harus berkembang menjadi ekosistem yang memberi dampak jangka panjang.
"Kami ingin program keberlanjutan tidak berhenti pada satu aktivitas, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang dapat memberikan dampak dalam jangka panjang. Jika pada 2025 fokusnya adalah penghijauan, tahun ini kami mengembangkan pendekatan tersebut dengan mengintegrasikan konservasi, pengelolaan sampah, pengembangan GoZero% EcoCamp Klangon, dan keterlibatan masyarakat," ujar Reza.
Telkom berharap fasilitas, pengetahuan, dan kebiasaan pengelolaan lingkungan yang dibangun bersama warga Klangon dapat dikelola secara mandiri setelah program berakhir. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom, khususnya pilar Save Our Planet.