DI YOGYAKARTA — PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) meraih penghargaan kategori GOLD dalam CSR & PDB Awards 2026 atas dua program pemberdayaan masyarakat, yakni GAS CERDAS dan Tani Banua Lestari. Penghargaan diserahkan Senin (28/9) di Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT, Jakarta, lewat kerja sama Kemendes PDT dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).
Produsen bauksit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham CITA itu menempatkan masyarakat sekitar wilayah operasional sebagai mitra utama pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan. Dua program yang diajukan ke dewan juri menyasar bidang berbeda: GAS CERDAS bergerak di sektor pendidikan, sedangkan Tani Banua Lestari menyentuh pertanian dan ekonomi lokal.
GAS CERDAS merupakan singkatan dari Gerakan Ayo Sekolah – Ciptakan Edukasi, Relasi dan Dukungan Anak Sekolah. Program ini dibangun untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain di sekitar tambang bauksit CITA.
Pendekatan berlapis itu dipilih agar dukungan terhadap siswa tidak berhenti di bantuan alat atau biaya. CITA ingin mendorong motivasi anak melanjutkan pendidikan sekaligus memperluas wawasan mereka soal dunia kerja dan kewirausahaan.
Sementara Tani Banua Lestari diarahkan pada penguatan kapasitas warga di sektor pertanian. Fokusnya mencakup peningkatan keterampilan, penguatan potensi ekonomi lokal, dan penerapan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Manager CSR CITA, Puguh Widagdo, menyebut penghargaan GOLD sebagai apresiasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki kualitas program pemberdayaan yang sudah berjalan.
"Penghargaan GOLD ini menjadi apresiasi bagi CITA atas upaya yang terus kami lakukan bersama masyarakat. Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat bukan hanya dilihat dari jumlah kegiatan atau bantuan yang diberikan, tetapi dari bagaimana program tersebut mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Puguh.
Menurutnya, dua program unggulan CITA punya fokus berbeda tetapi diarahkan pada tujuan yang sama, yakni membangun kapasitas warga sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.
"Melalui pendidikan, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda. Sementara melalui pemberdayaan ekonomi seperti Tani Banua Lestari, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin mampu mengembangkan potensi lokalnya. Kedua program ini merupakan bagian dari komitmen CITA untuk tumbuh bersama masyarakat," lanjut Puguh.
CSR & PDB Awards 2026 digelar atas kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF). Ajang tahun ini mengusung tema "Kontribusi Dunia Usaha dan Organisasi Lainnya dalam Mendukung Terwujudnya Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045".
Kategori GOLD diberikan kepada perusahaan yang dinilai konsisten menjalankan program pemberdayaan dengan fokus peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Penilaian tidak hanya melihat besaran anggaran, tetapi juga keberlanjutan dampak dan keterlibatan warga dalam perencanaan program.
Ke depan, CITA berencana terus mengembangkan dan mengevaluasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dimilikinya. Perusahaan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, kelompok warga, dan pemangku kepentingan lain.
Bagi emiten tambang, kualitas program PPM kerap menjadi sorotan investor dan regulator karena berkaitan langsung dengan izin operasi dan hubungan dengan warga sekitar. CITA memilih menempatkan pemetaan kebutuhan dan potensi lokal sebagai dasar penyusunan program, agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang, bukan hanya sesaat setelah penyerahan bantuan.