YOGYAKARTA — Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro menyatakan praktik pertanian perkotaan yang dikembangkan Poktan Swa Katon Asri bisa menjadi contoh penguatan ketahanan pangan di tingkat kampung. Penilaian itu disampaikan menyusul pemanfaatan ratusan galon air mineral bekas sebagai wadah tanam padi di kawasan padat permukiman Wirobrajan.
Wisnu menilai kreativitas warga memanfaatkan ruang yang tersedia menjawab tantangan pertanian di wilayah perkotaan. Menurutnya, keterbatasan lahan tidak selalu menjadi penghalang untuk menghasilkan bahan pangan sendiri.
Program penanaman padi menggunakan galon bekas di Wirobrajan telah berjalan sekitar tiga bulan. Poktan Swa Katon Asri memilih varietas padi Hibrida 32 yang memiliki umur panen sekitar 110 hari.
Pengembangan tanaman dilakukan dengan pendampingan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja. Selama masa pertumbuhan, pengelolaan air dan perawatan tanaman dilakukan rutin untuk menjaga perkembangan hingga masa panen tiba.
Selain padi, warga mengembangkan sistem pertanian terpadu di kawasan yang sama. Mereka membudidayakan ikan lele serta menanam sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan terong.
Model pertanian terpadu itu dinilai mampu memanfaatkan ruang secara lebih optimal. Warga juga mendapatkan beragam sumber pangan dari satu lahan terbatas yang sebelumnya tidak produktif.
Wisnu menyebut pemanfaatan galon bekas sebagai wadah tanam menunjukkan produksi pangan tidak selalu harus dilakukan di lahan pertanian yang luas. Praktik tersebut, katanya, dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dengan kondisi serupa.
"Pemanfaatan barang-barang bekas seperti galon air mineral sebagai media tanam padi merupakan terobosan yang patut diapresiasi dan dapat dikembangkan di wilayah lain," kata Wisnu, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, model pertanian perkotaan di Wirobrajan berpotensi direplikasi di kampung-kampung lain di Kota Jogja. Pendekatan itu tidak hanya mendukung produksi pangan, tetapi juga memanfaatkan ruang lingkungan yang sebelumnya tidak produktif.
DPRD Kota Jogja menyatakan mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan. Wisnu menekankan keberlanjutan program semacam ini memerlukan pendampingan agar dapat berkembang dan diterapkan di wilayah lain.
"Harapannya inovasi seperti ini bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari praktik pertanian perkotaan di tingkat kampung," ujarnya.
Ratusan galon bekas yang digunakan sebagai wadah tanam menjadi bagian penting dalam sistem pertanian yang dikembangkan warga. Pemanfaatan galon bekas juga memberi nilai tambah dari sisi penggunaan kembali barang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Dengan dukungan pendampingan berkelanjutan, praktik pertanian perkotaan seperti yang dilakukan Poktan Swa Katon Asri di Wirobrajan diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Jogja.