Timnas Indonesia Vs Malaysia di GBK: 5 Fakta Jelang Duel Puncak Grup A

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Sabtu, 26 September 2026 | 18:13:31 WIB
Pemain Timnas Indonesia berlatih jelang laga melawan Malaysia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

DI YOGYAKARTA — Timnas Indonesia menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi Malaysia memuncaki klasemen berkat keunggulan selisih gol setelah menghajar Bangladesh 3-0.

Laga nanti malam bukan sekadar pertemuan dua tetangga. Pemenang duel di SUGBK praktis tinggal butuh satu poin tambahan di laga terakhir untuk mengunci tiket final, karena FIFA ASEAN Cup 2026 tidak memainkan babak semifinal.

Timnas Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Malaysia mengawali dengan skor lebih telak, 3-0 atas Bangladesh, dan itu yang membuat pasukan Harimau Malaya duduk di puncak Grup A.

Pertemuan Ke-86 Sepanjang Sejarah

Duel di Jakarta ini menjadi pertemuan ke-86 antara Indonesia dan Malaysia. Keduanya pertama kali bersua pada 7 September 1958 di ajang Piala Merdeka, dan sejak itu rivalitas keduanya tidak pernah benar-benar dingin.

Dari 85 pertemuan sebelumnya, Malaysia masih unggul tipis dengan 34 kemenangan. Timnas Indonesia mengemas 33 kemenangan, sementara 18 laga sisanya berakhir imbang.

Artinya, kemenangan atas Malaysia malam ini akan menyamakan rekor head to head kedua tim sepanjang sejarah. Catatan itu menjadi dorongan tersendiri bagi skuad Garuda yang tampil di hadapan pendukung sendiri.

Perang Pemain Naturalisasi di Kedua Kubus

Timnas Indonesia datang dengan 18 pemain diaspora yang berkarier di BRI Super League dan sejumlah kompetisi Eropa. Nama Maarten Paes, Kevin Diks, Emil Audero, Thom Haye, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Mitchell Baker, hingga Luke Vickery memperkuat kedalaman skuad meski Jay Idzes absen.

Malaysia tidak kalah dalam urusan naturalisasi. Mereka membawa 12 pemain berstatus naturalisasi, terdiri dari sembilan pemain keturunan dan tiga alih status kewarganegaraan, yaitu Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Paulo Josue (Brasil).

Adu Tajam Ole Romeny Vs Arif Aiman

Perhatian publik bakal tertuju pada dua nama di lini depan. Ole Romeny sudah mengemas tujuh gol dari 11 penampilan bersama Timnas Indonesia, termasuk satu gol dari titik putih ke gawang Singapura di laga pertama.

Di kubu Malaysia, Arif Aiman menjadi ancaman utama. Winger Johor Darul Ta'zim itu mencetak 10 gol sejak debut pada 28 Mei 2021, dan pergerakannya di sisi sayap kerap merepotkan pertahanan lawan.

Duel Romeny melawan Arif Aiman bukan cuma soal siapa yang lebih tajam. Keduanya adalah ujung tombak dari dua tim yang sama-sama mengandalkan kecepatan transisi dan serangan balik.

Rivalitas Suporter yang Kerap Memanas

Panasnya pertemuan Indonesia dan Malaysia tidak hanya terjadi di lapangan. Kericuhan antarsuporter kedua negara tercatat beberapa kali meletus, dengan puncaknya pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Saat Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia pada 5 September 2019, sebagian suporter tuan rumah mencoba melompati pagar dan mendekati tribune tim tamu. Fans Malaysia baru bisa meninggalkan SUGBK tengah malam.

Insiden serupa terulang pada pertemuan kedua, 19 November 2019. Sehari sebelum laga, sejumlah suporter Indonesia menjadi korban pengeroyokan oknum suporter tuan rumah di sekitar Bukit Jalil. Ketegangan memuncak di dalam stadion dengan saling lempar botol dan flare, dan 41 orang diamankan polisi.

Laga Bak Final Kepagian

Baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama mengincar kemenangan demi mengamankan puncak klasemen Grup A. Malaysia kukuh di posisi pertama dengan tiga poin dan surplus tiga gol, sementara Indonesia menguntit dengan nilai sama, hanya kalah selisih satu gol.

Tim yang keluar sebagai pemenang nanti bakal punya peluang lebih besar melaju ke final. Sebab, hanya tinggal mengamankan satu poin di laga terakhir untuk memastikan tempat di partai puncak.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top