YOGYAKARTA — Honda Scoopy yang selama ini sering menjadi bahan cemoohan di berbagai artikel otomotif justru menemukan lahan suburnya di DI Yogyakarta. Medan Kota Yogyakarta yang relatif datar membuat kelemahan yang dituduhkan pada skutik ini tidak banyak berpengaruh.
Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat kemiringan lahan kota ini hanya 0–2 persen, dengan ketinggian rata-rata 114 meter di atas permukaan laut. Luas wilayahnya 32,5 kilometer persegi, dengan jarak terjauh utara ke selatan 7,5 kilometer dan barat ke timur 5,6 kilometer.
Kritik soal Honda Scoopy yang loyo di tanjakan dan rawan kepanasan di daerah pegunungan memang punya dasar. Namun kondisi itu tidak berlaku untuk rute harian di Kota Yogyakarta yang hampir seluruhnya datar.
Mesin 110 cc eSP pada Honda Scoopy menghasilkan tenaga 6,6 kW pada 7.500 rpm dan torsi 9,2 Nm pada 6.000 rpm. Angka tersebut disodorkan AHM saat menyegarkan warna Scoopy pada 13 November 2025.
Dengan torsi segitu, rute berhenti-jalan dari Tugu ke kampus UGM bisa dilahap dengan enteng. Tanjakan ke Kaliurang pun lebih tepat disebut agenda piknik akhir pekan di Sleman, bukan rute harian warga kota.
Honda Scoopy generasi keenam membawa mesin yang berbeda dari generasi lama yang dikeluhkan boros. AHM mengklaim konsumsi bahan bakarnya menembus 59 kilometer per liter, klaim yang juga dikutip Astra Otoparts dalam ulasannya pada Agustus 2025.
DetikOto melaporkan harga Pertalite di Yogyakarta Rp10.000 per liter per Juli 2026. Artinya, uang Rp10.000 bisa mengantar pengendara hampir 59 kilometer.
Bagi mahasiswa atau pekerja paruh waktu dengan perjalanan 20 kilometer sehari, tagihan bensin tidak akan menyentuh Rp100.000 sebulan. Fitur Idling Stop System ikut memangkas pemborosan dengan mematikan mesin saat menunggu lama di lampu merah.
Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan UMK 2026 di angka Rp2.827.593. Porsi bensin itu bahkan tidak mencapai 4 persen dari upah minimum.
Urusan bengkel juga tidak memberatkan. Portal Samsat Keliling membeberkan tarif AHASS per Mei 2026, yaitu Rp60.000 untuk servis ringan dan Rp75.000 untuk servis lengkap Scoopy injeksi.
Biaya perawatan tahunan diperkirakan hanya Rp700.000 sampai Rp900.000, dengan servis pertama gratis untuk unit baru. Dealer Honda di Jogja melepas varian Fashion pada Rp23,31 juta dan Stylish/Prestige pada Rp24,19 juta per Oktober 2025.
Satu hal yang sering luput dari para pengkritik: harga bekas Honda Scoopy tergolong awet dan tidak anjlok tajam. Kombinasi biaya perawatan murah dan nilai jual kembali yang kuat menjadi dua kabar baik untuk dompet mahasiswa.
Pada Maret 2026, sebuah kisah tentang pemilik Honda Scoopy di Mijen, Semarang, yang mengalami brebet di putaran rendah dan tagihan bengkel menumpuk Rp3 juta sempat beredar. Konteksnya penting: Mijen bertanah tinggi dan berbukit.
Di medan seperti itu, mesin Honda Scoopy memang memikul beban di luar habitatnya. Jogja menawarkan kebalikannya dengan jalanan kota yang relatif datar, pendek, dan santai.
Kebiasaan menggeber gas mendadak untuk mengatasi brebet justru memboroskan bensin dan menyiksa CVT. Pencegahannya sederhana karena Jogja punya jaringan AHASS yang rapat dan suku cadang yang melimpah.
Pasar sudah menjatuhkan vonisnya. Data AISI yang dipublikasikan Warta Ekonomi menempatkan Honda Scoopy sebagai motor terlaris ketiga Indonesia sepanjang 2025 dengan 399.065 unit, mengalahkan Yamaha Fazzio yang mengumpulkan 294.060 unit.
Hampir 400 ribu orang mengeluarkan uangnya dalam setahun untuk skutik ini. Bagi warga Jogja yang mencari motor harian dengan biaya operasional rendah dan medan yang bersahabat, Honda Scoopy tetap menjadi pilihan yang sulit dibantah.