DI YOGYAKARTA — Andra Day akan memerankan Tanya Jenkins, seorang veteran Angkatan Darat Amerika Serikat yang berjuang membersihkan namanya setelah dihukum atas kejahatan yang tidak ia lakukan, dalam film "Don't Go Gentle". Film ini disutradarai dan ditulis Deborah Riley Draper, diadaptasi dari naskah drama Stephen Belber dengan judul sama. Len Cariou, Alexandra Daddario, Finn Wittrock, Teyonah Parris, dan Lonnie Chavis melengkapi jajaran pemain.
Produksi "Don't Go Gentle" berlangsung di Toronto dengan Draper mengerjakan naskah yang ia rombak cukup jauh dari versi panggungnya. Gerard Butler masuk sebagai produser melalui rumah produksinya, G-BASE, bersama Alan Siegel dan Dan Kaslow. Crystine Zhang memproduseri untuk Oval-5, sementara Coffee Bluff Pictures milik Draper yang berbasis di Atlanta turut memproduksi.
Proyek ini menandai langkah Draper ke ranah film naratif setelah lama dikenal lewat dokumenter. Ia sebelumnya menggarap "James Brown: Say It Loud" untuk A&E serta "The Legacy of Black Wall Street" untuk OWN/Discovery+. "Don't Go Gentle" menjadi debutnya sebagai penulis dan sutradara fiksi panjang.
Berlatar Buffalo masa kini, cerita mengikuti Tanya Jenkins, seorang ibu sekaligus tenaga medis militer yang diberhentikan dengan hormat. Ia menolak membiarkan vonis salah atas dirinya menjadi kata akhir hidupnya. Perjalanan itu membawanya masuk ke dunia seorang mantan hakim dan keluarganya yang penuh hak istimewa namun retak.
Cariou memerankan Lawrence Driver, hakim pensiunan yang otoritas dan masa lalunya diuji oleh kehadiran Tanya. Chavis berperan sebagai Rasheed, putra remaja Tanya. Parris memerankan Ellen, saudara tiri Tanya, sementara Daddario jadi Amelia, arsitek dan putri Lawrence. Wittrock melengkapi sebagai Ben, anak Lawrence yang bermasalah.
Draper menyebut cerita soal kehidupan perempuan setelah bertugas di militer masih jarang diangkat layar lebar. Menurut dia, veteran perempuan di Amerika termasuk kelompok yang paling terabaikan karena sistem militer tidak dirancang untuk mereka. Banyak dari mereka pulang dan tidak mendapat layanan yang memadai.
"Don't Go Gentle is completely reimagined from the play, but this is still a story about place, belonging and identity," kata Draper kepada Deadline dari lokasi syuting. Ia menambahkan bahwa Tanya berhadapan dengan hakim pensiunan yang sekarat, lalu keluarganya pindah ke rumah sang hakim. Dinamika antar-keluarga itu menyentuh soal tempat, warisan, dan hak istimewa.
Day sendiri menyebut karakter Tanya sebagai sosok yang tangguh sekaligus penyembuh. "Don't Go Gentle challenges the idea that strength means suffering in silence," ujarnya. Ia menilai Tanya menunjukkan bahwa apa yang diterima kemarin tidak harus terus diterima hari ini.
Nama Day mencuat lewat perannya sebagai Billie Holiday dalam "The United States vs. Billie Holiday" arahan Lee Daniels. Aktingnya mengantongi nominasi Academy Award dan memenangkan Golden Globe untuk kategori Aktris Terbaik. Draper menyebut Day melakukan riset mendalam soal veteran perempuan, termasuk veteran perempuan Afrika-Amerika.
Sejumlah nama di balik layar ikut mengisi kursi produser eksekutif, termasuk Ashley Thornton Harrison, Tyler Levine, Cariou, Roxann Thomas Chargois, dan Heather Cariou. Kombinasi pemain dan tim produksi ini menempatkan "Don't Go Gentle" sebagai salah satu proyek drama independen yang dipantau pasar festival.
Bagi industri film Amerika, kisah veteran perempuan yang berjuang lewat jalur hukum masih jarang muncul di layar lebar. Kehadiran Day di proyek ini memberi bobot tersendiri, terutama karena tema keadilan dan identitas kerap jadi daya tarik bagi penonton global, termasuk di Indonesia yang akrab dengan drama berbasis kisah nyata.