Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta menggelar Olimpiade Demokrasi bagi pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat pada 22 hingga 28 September 2026. Sebanyak 52 tim dari 30 sekolah mengikuti tahap penyisihan yang digelar 22 September, dengan lima tim terbaik melaju ke babak final.
YOGYAKARTA — Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Yogyakarta Polana Setiya Hati menyebut Olimpiade Demokrasi dikemas sebagai kompetisi agar pelajar belajar sekaligus mengasah kemampuan. Materi yang diujikan mencakup sejarah kebangsaan Indonesia, sistem kenegaraan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, pengetahuan umum demokrasi, serta isu-isu terkini terkait politik.
Sebelum mengikuti ujian tulis, setiap tim mengumpulkan tulisan berupa narasi atau opini bertema "Demokrasi dan Pelajar". Nilai tulisan digabungkan dengan nilai ujian tulis untuk menentukan lima besar yang melaju ke babak final.
Tahap penyisihan pada 22 September diikuti 52 tim dari 30 sekolah SMA, SMK, dan MA sederajat di Kota Yogyakarta. Jumlah itu menunjukkan minat sekolah terhadap kompetisi bertema politik dan demokrasi cukup tinggi.
Polana menuturkan ajang ini menjadi cara menarik mengenalkan politik sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan kenegaraan.
"Intinya untuk bisa memberikan insight dan peningkatan kapasitas serta awareness kepada generasi muda, khususnya pelajar Kota Yogyakarta, agar bisa lebih memahami apa itu politik, seluk-beluknya terkait politik, demokrasi, dan tentu tata kelola kenegaraan," katanya.
Melalui Olimpiade Demokrasi, Pemkot Yogyakarta ingin menjadikan demokrasi bukan sekadar materi yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga pengetahuan yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuat semakin banyak generasi muda memahami hak, kewajiban, serta perannya dalam kehidupan demokrasi dan bernegara. Pemahaman itu dinilai penting agar pelajar tidak hanya mengenal demokrasi sebagai konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Babak final Olimpiade Demokrasi dijadwalkan berlangsung hingga 28 September 2026. Lima tim dengan nilai gabungan tertinggi dari tahap penyisihan akan bersaing memperebutkan posisi juara.
Kesbangpol Kota Yogyakarta belum merinci bentuk soal maupun mekanisme penilaian pada babak final. Hasil akhir kompetisi ini akan menentukan tim mana yang keluar sebagai juara dari total 52 tim yang mendaftar sejak awal.