Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Satgas Makan Bergizi Gratis melakukan inspeksi mendadak ke empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kota Yogyakarta. Sidak menyasar kondisi dapur, alur pengolahan makanan, kebersihan peralatan, hingga penerapan standar kebersihan sesuai SOP Badan Gizi Nasional. Langkah ini untuk mencegah terulangnya kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
YOGYAKARTA — Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti memimpin langsung pengecekan di empat SPPG yang tersebar di Kota Yogyakarta. Ia didampingi jajaran Satgas MBG DIY dalam kunjungan yang dilakukan pada Senin.
Ni Made menyatakan sidak ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DIY memastikan proses pengolahan makanan memenuhi aspek kebersihan, higienitas, dan kelayakan sebelum didistribusikan kepada para siswa. "Ini sebagai bagian dari upaya Pemprov DIY untuk memastikan proses pengolahan makanan memenuhi aspek kebersihan, higienitas, dan kelayakan sebelum didistribusikan kepada para siswa," katanya dalam pengarahan di sela sidak.
Petugas melihat langsung kondisi dapur, alur pengolahan makanan, kebersihan peralatan dan lingkungan kerja, hingga penerapan standar kebersihan selama proses penyiapan makanan. Kesterilan dapur menjadi perhatian khusus, terutama pada tahap pengemasan atau pemorsian.
Menurut Ni Made, tahap pemorsian rawan kontaminasi bakteri jika tidak dikerjakan sesuai prosedur. Pengelolaan makanan tidak cukup hanya memastikan bahan baku berkualitas dan teknik memasak yang tepat. Kelalaian sekecil apa pun bisa membuat makanan terkontaminasi dan berisiko memengaruhi keamanan pangan.
Ni Made mengingatkan seluruh petugas SPPG menjalankan Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. "SOPnya tetap dijalani ya, ini amanah yang diberikan, kita harus dapat membantu dengan bekerja maksimal. Kan sudah ada juga SOP dari BGN yang mengatur semua, kalau kita prosedurnya harus begini, mempersiapkan apa gitu, jangan ada yang dilewati atau kemudian diabaikan," ujarnya.
Ia juga meminta kinerja petugas tidak menurun meski beredar beragam komentar dari masyarakat. "Image itu yang membentuk kita sendiri, jangan menyalahkan masyarakat. Penilaian masyarakat itu hasil dari kerja kita sendiri, kalau prosedurnya kita lakukan dengan benar dan baik, Insya Allah program ini akan berjalan dengan baik. Itu semua tergantung dari kita," kata Ni Made.
Sidak ini disebut sebagai langkah pemantauan sekaligus mitigasi agar kejadian keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG tidak kembali terjadi. Temuan lapangan akan direkap dan dibahas dalam rapat evaluasi untuk memperkuat kesiapan serta kualitas operasional SPPG.
"Setelah selesai semua, kita akan ada rapat untuk merekap dan kemudian ada hal-hal yang pelru kita dalami," kata Ni Made. Dengan konsistensi menjalankan prosedur, kepercayaan masyarakat diyakini tumbuh seiring kerja optimal SPPG menyediakan makanan berkualitas bagi siswa penerima manfaat MBG.