YOGYAKARTA — Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Aby Ismawan melakukan verifikasi lapangan sekaligus evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Yogyakarta. Kunjungan yang dilakukan pada Senin (7/9/2026) pagi itu menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorosutan 3 Umbulharjo dan SMP Negeri 10 Yogyakarta.
KSP ingin memastikan setiap rupiah anggaran negara dalam program MBG memberi dampak positif bagi status gizi generasi masa depan tanpa ada celah pemborosan anggaran.
Aby Ismawan tiba di SPPG 3 Sorosutan yang berlokasi di Jalan Tritunggal Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, sekitar pukul 09.00 WIB. Ia didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono, dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho.
Usai berkeliling melihat peralatan dapur dan proses memasak, Aby mengapresiasi pengelolaan yang berjalan di SPPG tersebut. “Menurut saya, sudah bagus. Proses dari masak di dapur sampai packing dijalankan sesuai prosedur,” kata Aby.
Lokasi SMP Negeri 10 Yogyakarta hanya berjarak sekitar 200 meter dari SPPG 3 Sorosutan. Di sekolah yang beralamat di Jalan Tritunggal 2 Sorosutan itu, Aby beserta rombongan disambut Kepala Sekolah Edy Thomas Suharta.
Aby menyaksikan langsung ratusan pelajar mengambil jatah makanan bergizi gratis di aula sekolah. Kepsek Edy Thomas menyebut jumlah pelajar SMP 10 Yogyakarta mencapai 748 anak, dengan 60 orang pegawai.
Setelah dari aula, Aby yang mengenakan kemeja putih itu menyempatkan masuk ke salah satu ruang kelas. Bersama Wawali Wawan Harmawan, keduanya mengajak ngobrol sejumlah pelajar tentang menu makanan, varian makanan, hingga komentar terhadap sajian MBG.
Para pelajar kompak mengaku senang mendapatkan makan bergizi gratis dari pemerintahan Prabowo Subianto. “Enak. Suka,” ujar seorang pelajar yang duduk di kursi belakang.
Aby pun berharap media turut mensosialisasikan bahwa penerima manfaat senang dengan program MBG. “Sehingga program pemerintah yang didengungkan Bapak Prabowo itu berjalan dengan baik,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menilai alur kerja SPPG Sorosutan 3 sudah berjalan sesuai prosedur, termasuk dalam pengaturan porsi berdasarkan kebutuhan gizi penerima manfaat. Ke depan, sasaran penerima MBG akan diperluas, tidak hanya pelajar.
“Kelompok ini membutuhkan asupan tambahan untuk mendukung tumbuh kembang dan mempercepat penurunan stunting,” kata Wawan merujuk pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pemkot Yogyakarta terus memperkuat koordinasi antara satgas, perangkat daerah, dan SPPG untuk memantau pelaksanaan MBG secara kontinyu. Pemkot juga mendorong percepatan sertifikasi halal bagi seluruh SPPG di Kota Yogyakarta.