Jogja Coffee Week 2026 Resmi Dibuka, 600 Brand Kopi Nusantara Ramaikan 197 Booth di JEC

Penulis: Dedi Supriadi  •  Sabtu, 05 September 2026 | 13:17:31 WIB
Pengunjung memadati area pameran Jogja Coffee Week 2026 yang resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (4/9/2026).

YOGYAKARTA — Perhelatan tahunan pecinta kopi, Jogja Coffee Week (JCW) 2026, resmi dimulai di Jogja Expo Center (JEC) pada Jumat (4/9/2026). Mengusung semangat penguatan ekosistem industri kopi nasional, festival yang berlangsung hingga Minggu (6/9/2026) ini mencatatkan partisipasi 197 booth yang mewakili lebih dari 600 brand dari hulu ke hilir.

Ketua Organizing Committee (OC) JCW 2026, Rahadi Saotata Abra, menyebut peningkatan jumlah peserta dibanding edisi sebelumnya menjadi sinyal positif atas pertumbuhan industri kopi Indonesia. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kali ini dirancang tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Indonesia Coffee Business Summit: Ruang Baru Perumus Kebijakan Kopi Nasional

Salah satu program anyar yang menjadi magnet tahun ini adalah Indonesia Coffee Business Summit (ICBS). Forum yang digelar pada Sabtu (5/9/2026) ini merupakan hasil kolaborasi antara Jogja Coffee Week dan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI).

Rahadi menjelaskan, ICBS dirancang sebagai jembatan antara pelaku industri dan pemerintah. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan strategis bagi perkembangan kopi nasional, bukan sekadar diskusi tahunan.

Piala Raja untuk Petani: Apresiasi Tertinggi di Green Bean Competition

Kompetisi biji kopi hijau atau Green Bean Competition kembali digelar dengan skala lebih luas. Sebanyak 150 sampel biji kopi dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua Pegunungan, bersaing dalam tiga kategori utama: Robusta, Arabica, dan Liberica.

Para pemenang tidak hanya membawa pulang gelar juara. Pada tahun ini, penyelenggara resmi memberikan penghargaan bergengsi berupa Piala Raja kepada petani terbaik setelah melalui proses audiensi dan mendapatkan izin resmi dari pihak terkait.

"Kita mohonkan untuk semua petani yang menang, kita berikan Piala Raja. Alhamdulillah beliau mengizinkan," ujar Rahadi saat pembukaan, Jumat (4/9/2026).

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pelecut semangat petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil panennya. Lebih jauh, hal ini juga memberikan nilai tambah dan posisi tawar yang lebih kuat bagi kopi produksi dalam negeri.

Lelang Hybrid dan Target Harga Fantastis di Hari Terakhir

Puncak acara akan terjadi pada hari terakhir, Minggu (6/9/2026), melalui agenda lelang kopi yang mengusung konsep hybrid. Sistem ini memungkinkan peserta mengikuti proses lelang secara langsung di lokasi maupun daring dari berbagai daerah.

Konsep lelang tahun ini punya keunggulan tersendiri. Pengunjung yang hadir langsung di JEC berkesempatan melakukan pencicipan atau cupping session terhadap biji kopi para pemenang sebelum proses penawaran dimulai.

Target ambisius pun dipasang penyelenggara. Pada penyelenggaraan sebelumnya, harga kopi pemenang berhasil melonjak hingga lima kali lipat dari nilai awal. "Tahun lalu kita sudah adakan lelang, harganya bisa lipat lima kali. Semoga besok juga akan lebih dari itu," kata Rahadi.

Kadin DIY: JCW Jadi Kawah Candradimuka Barista dan Katalis Ekosistem Kopi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, GKR Mangkubumi, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan JCW. Ia menilai festival ini telah berkembang menjadi ekosistem yang utuh, ditandai dengan menjamurnya kedai kopi, bertambahnya jumlah barista profesional, dan beragamnya produk turunan yang lahir dari industri tersebut.

"Perkembangannya sudah luar biasa. Kopinya semakin macam-macam," ujar GKR Mangkubumi.

Ia menambahkan, peran JCW melampaui sekadar pameran dagang. Event ini berfungsi sebagai ruang edukasi publik dan pabrik talenta baru di bidang perkopian. "Pameran kopi ini tidak hanya pameran semata, tapi juga edukasi, menciptakan barista-barista yang baru. Tentunya juga diiringi dengan kualitas kopi," jelasnya.

Antusiasme pengunjung yang terlihat ramai sejak hari pertama disebut Rahadi sebagai indikator kuat daya tarik JCW. Ia optimistis jumlah kunjungan akan terus meningkat pada dua hari berikutnya, seiring dengan padatnya agenda kompetisi dan forum bisnis yang telah dijadwalkan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top