Hari Keistimewaan DIY 31 Agustus: Pegawai Wajib Pakai Pakaian Adat, Ini Sejarah UU No 13/2012 dan Amanat 1945

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 14:48:31 WIB
Pegawai Pemda DIY mengenakan pakaian adat pada peringatan Hari Keistimewaan 31 Agustus.

YOGYAKARTA — Pegawai Pemda DIY diwajibkan memakai pakaian adat pada peringatan Hari Keistimewaan DIY, 31 Agustus. Kewajiban itu diatur dalam Peraturan Gubernur No 12/2015 tentang perubahan atas Pergub No 87/2014. Peringatan tahunan ini bertepatan dengan pengesahan UU No 13/2012 yang menegaskan status istimewa Yogyakarta dalam tata pemerintahan NKRI.

Yogyakarta menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki keistimewaan berbeda, karena sejarah pemerintahan dan kebudayaannya. Kekhasan ini dirayakan setiap 31 Agustus, merujuk pada hari disahkannya UU No 13 Tahun 2012.

Aturan Pakaian Adat bagi Pegawai Pemda

Ketentuan penggunaan pakaian adat Yogyakarta bagi pegawai Pemda DIY diatur dalam Pergub No 12/2015. Peraturan ini merupakan perubahan atas Pergub No 87/2014 tentang Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta bagi Pegawai pada Hari Tertentu. Pada Hari Keistimewaan, para pegawai mengenakan busana tradisional sebagai wujud penghormatan terhadap budaya dan sejarah.

UU No 13/2012: Landasan Keistimewaan

Undang-undang No 13 Tahun 2012 disahkan pada 31 Agustus 2012. UU ini menjadi landasan hukum yang memperkuat posisi istimewa DIY dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda dengan provinsi lain, DIY memiliki kewenangan khusus yang diakui secara konstitusional, termasuk dalam hal tata pemerintahan dan kebudayaan.

Amanat 5 September 1945: Asal Usul Dwitunggal

Keistimewaan DIY tidak lepas dari peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII. Pada 5 September 1945, keduanya menerima penetapan dari Presiden Soekarno sebagai kepala daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak saat itu, segala kekuasaan atas DIY dipegang langsung oleh pemerintahan dwitunggal tersebut.

Peringatan Hari Keistimewaan menjadi momentum bagi warga DIY untuk mengingat perjalanan sejarah panjang. Melalui penggunaan pakaian adat, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri tetap dilestarikan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top