YOGYAKARTA — Rangkaian Festival Kuliner Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Yogyakarta usai sudah. Penyelenggaraan yang berlangsung pada 29–30 Agustus itu diikuti peserta dari Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, hingga Bantul, dan ditutup dengan apresiasi terhadap seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara.
Sekretaris Panitia Festival Mustika Rasa, Yan Kurnia Sutanto, menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang dinilai menjadi kunci utama suksesnya acara. Ia juga berterima kasih kepada Keraton Yogyakarta atas izin penggunaan area sakral Alun-Alun Selatan serta warga sekitar atas keramahtamahan dan toleransinya.
Di sela penutupan, Yan yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY menyoroti posisi strategis kuliner bagi Yogyakarta. Menurutnya, kekayaan rasa dan warisan resep lokal adalah daya tarik utama yang melekat di hati wisatawan, setara dengan peninggalan sejarah.
"Potensi besar ini harus terus dirawat karena kuliner bukan sekadar pemenuh kebutuhan fisik, melainkan bagian dari identitas kebudayaan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi," kata Yan Kurnia Sutanto.
Ia menegaskan bahwa festival ini membawa misi besar: menginspirasi masyarakat agar makanan tradisional asli Indonesia, khususnya Yogyakarta, mampu bersaing di tengah dinamika kuliner modern yang terus berkembang.
Lebih dari sekadar perayaan rasa, Yan menekankan bahwa semangat utama yang diusung dalam resep warisan "Mustika Rasa" adalah penguatan fondasi kedaulatan pangan bangsa. Menurutnya, menjaga resep lokal berarti menjaga ketahanan pangan dari tingkat paling dasar.
"Semangat utama yang diusung dalam resep warisan Mustika Rasa adalah pemantik untuk memperkuat fondasi kedaulatan pangan bangsa," ujarnya.
Kemeriahan panggung hiburan selama dua hari festival juga tak lepas dari kontribusi musisi kawasan Malioboro binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Yogyakarta. Mereka tampil menghidupkan suasana Alun-Alun Kidul sepanjang acara.
Di balik kesuksesan tersebut, panitia dan jajaran penyelenggara tetap menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada warga sekitar maupun pengunjung. Hal ini disampaikan apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama festival berlangsung.
Menutup pernyataannya, Yan mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan dan bergotong royong melestarikan keanekaragaman kuliner Nusantara. Ia berharap komitmen bersama dalam menjaga warisan resep lokal dapat mewujudkan kedaulatan pangan secara nyata dan berkelanjutan.
"Komitmen bersama dalam menjaga warisan resep lokal, kedaulatan pangan di Republik Indonesia diharapkan dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan," kata Yan Kurnia Sutanto usai penutupan Festival Mustika Rasa.