YOGYAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) tidak sekadar berdiri, tetapi langsung memiliki aktivitas bisnis yang berkelanjutan. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prasyarat utama agar koperasi mampu bersaing dan berkembang.
"KKMP harus didukung pengurus yang kompeten, karena itu kami memberikan pelatihan dan mendorong sertifikasi bagi pengurus maupun pengawas koperasi," kata Tri Karyadi di Yogyakarta, Kamis.
Dari total 45 KKMP yang tersebar di seluruh kelurahan di Jogja, sebanyak 30 koperasi atau sekitar 70 persen telah mulai beroperasi. Koperasi-koperasi tersebut sudah melakukan transaksi usaha nyata dengan masyarakat maupun konsumen, bukan hanya sekadar lembaga yang berdiri tanpa kegiatan.
Sementara itu, 15 KKMP lainnya masih dalam tahap mencari bentuk usaha yang sesuai dengan potensi wilayah dan kapasitas masing-masing. Pemkot Jogja terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan koperasi secara berkala.
Tri Karyadi mengakui KKMP yang masih berada pada tahap awal pengembangan menghadapi sejumlah keterbatasan. Mulai dari permodalan, kualitas sumber daya manusia, produk yang dijual, hingga sarana dan prasarana pendukung operasional.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, koperasi didorong membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Pemkot Jogja juga menjalankan program business mentoring bersama koperasi maupun perusahaan yang telah lebih dahulu berkembang.
Menurut Tri, pengoperasian KKMP tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergitas antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai mitra agar koperasi bisa tumbuh secara berkelanjutan.
"Tidak semata-mata satu dinas yang mengoperasikan. KKMP ini dikeroyok bersama melalui sinergitas antar-OPD dan berbagai mitra," ujarnya.
Pemkot Jogja menekankan pentingnya aktivitas usaha setelah KKMP diluncurkan. Koperasi diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan saja, tetapi segera memiliki kegiatan bisnis yang menghasilkan.
"Target dari Pak Wali Kota setelah diluncurkan harus ada aktivitas. Jangan hanya berdiri, sehingga aktivitas bisnisnya harus ada," tegas Tri Karyadi.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi pengurus, diharapkan tata kelola koperasi semakin profesional. Hal ini menjadi fondasi penting agar Koperasi Kelurahan Merah Putih benar-benar dirasakan manfaatnya oleh ekonomi warga di tingkat kelurahan.